Sungai Keruh Akibat Tambang, 134 Hektare Tambak di Kolaka Utara Stop Beroperasi

Kamis, 02 Februari 2023 - 18:42 WIB
Ia juga menunjukkan beberapa tambak disekitarnya yang tidak aktif lagi dan telah diselimuti rumput liar. Tambak yang dikelolahnya masih dipertahankan meski keuntungan menipis.

"Dulu itu sekali panen bisa capai Rp40-Rp50 juta. Sekarang jutaan saja lantaran kadang banyak yang mati dan juga timbangan kurang karena cepat panen," bebernya.

Baca: Hantam Belakang Truk di Tol Tebingtinggi-Medan, 2 Penumpang HR-V Tewas.

Tambak yang diolahnya memang dilalui langsung sungai kecil untuk pengairan. Namun sumber mata pencahariannya itu juga berbatasan langsung dengan jalan jety salah satu perusahaan tambang. Debu beterbangan setiap kali dump truk perusahaan melintas.

Selain karena limpasan air berlumpur yang mewarnai sungai, banyak pemilik tambak kesulitan mencari pekerja karena beralih menjadi karyawan perusahaan tambang. Profesi baru mereka dianggap lebih menjanjikan ketimbang menjadi petani budi daya perikanan darat.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!