Jokowi Pilih KIT Batang sebagai Relokasi Industri, Ini Alasanya

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:29 WIB
Keberhasilan KIT Batang merupakan tugas dari Presiden untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, inflasi ditengah pandemi COVID-19. "Pemkab sebagai tangan panjang pemerintah pusat siap menjalankan perintah, karena kata Presiden, kita hari ini bukan masalah besar dan kecilnya negara tapi yang bisa hebat dan kuat adalah kecepatan negara dalam melayani investor," tutur Wihaji

Lalu, kata Wihaji, bagaima memulai dan siapa melakukan apa untuk melakukan kerja cepat, termasuk pelayanan perizinannya. "Kecepatan penting, termasuk layanan perizinan tidak boleh bertelel tele dan bupati tidak boleh meminta yang aneh-aneh," pungkas Wihaji.

Sementara Tio Handoko Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX mengatakan, tanah yang ada di Batang merupakan emas yang disimpan, walaupun sudah tiga tahun dipersiapkan master plannya. "Posisi Batang setelah tol selesai, dikawaaan industri yang tidak ada di Batang hampir semua akses dan pendukung infrastruktur dan energinya ada," kata Tio Handoko.

Terkait bisnis di Kementerian BUMN untuk percepatan KIT semuanya bergerak dari KAI, Pelindo, PT.PP. KIW PT PN merumuskan model konsorsiumnya. "KIT Batang akan menjadi rule model konsorsium yang melibatkan Perusda dengan berbasis digital untuk mempercepat investasi," pungkasnya. (angga rosa)
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!