Kasus Stunting di Jatim Tinggi, Khofifah Ajak Ibu Hamil dan Menyusui Konsumsi Protein Hewani
Rabu, 25 Januari 2023 - 12:36 WIB
Kebutuhan pangan sumber protein hewani dalam piramida pedoman Gizi Seimbang, lanjut Khofifah, sebanyak 2-4 porsi perhari. Sebagai contoh daging ayam tanpa kulit 1 potong ukuran sedang yaitu 40 gram, telur ayam 1 butir yaitu 55 gram. "Susu sebagai bagian dari produk pangan hewani, mudah dikonsumsi," tandas Khofifah.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jatim juga terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi program ‘Isi Piringku’ di setiap posyandu di Jatim. Hal ini untuk memperkenalkan kembali Isi Piringku sesuai kelompok umur sebagai solusi pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga.
“Melalui edukasi ini kami harapkan masyarakat lebih paham pentingnya porsi gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita terutama pentingnya protein hewani. Pemberian edukasi ini akan dilakukan oleh kader yang didampingi Tenaga Kesehatan (Tenaga Puskesmas),” pungkasnya.
Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, pada tahun 2022, terdapat 23,5% balita di provinsi ini yang mengalami stunting. Kabupaten Bangkalan tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Jatim.
Angkanya mencapai 38,9%. Diikuti Pamekasan 38,7%, Bondowoso 37%, Lumajang 30,1%, dan Sumenep 29%. Sedangkan Kota Surabaya prevalensi balita stunting mencapai 28,9%. Disusul Mojokerto 27,4%, Malang dan Kota Malang masing-masing 25,7%, dan Nganjuk sebesar 25,3%.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jatim juga terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi program ‘Isi Piringku’ di setiap posyandu di Jatim. Hal ini untuk memperkenalkan kembali Isi Piringku sesuai kelompok umur sebagai solusi pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga.
“Melalui edukasi ini kami harapkan masyarakat lebih paham pentingnya porsi gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita terutama pentingnya protein hewani. Pemberian edukasi ini akan dilakukan oleh kader yang didampingi Tenaga Kesehatan (Tenaga Puskesmas),” pungkasnya.
Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, pada tahun 2022, terdapat 23,5% balita di provinsi ini yang mengalami stunting. Kabupaten Bangkalan tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Jatim.
Angkanya mencapai 38,9%. Diikuti Pamekasan 38,7%, Bondowoso 37%, Lumajang 30,1%, dan Sumenep 29%. Sedangkan Kota Surabaya prevalensi balita stunting mencapai 28,9%. Disusul Mojokerto 27,4%, Malang dan Kota Malang masing-masing 25,7%, dan Nganjuk sebesar 25,3%.
(don)
Lihat Juga :