Meski Sudah Ngetop, Tidak Pernah Berhenti Belajar
Jum'at, 08 Mei 2015 - 09:08 WIB
Meski Sudah Ngetop, Tidak Pernah Berhenti Belajar
A
A
A
Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkan cita-cita. Butuh perjuangan keras untuk mencapainya.
Hal itu yang dilakukan Aziz dalam menekuni profesi tata rias. Sebelum menjadi make over profesional seperti sekarang, pria 37 tahun ini mengawali semuanya sebagai pekerja salon biasa. “Begitu saya selesai sekolah, saya ditarik untuk bekerja di sebuah salon. Tapi, waktu itu masih menangani rambut saja,” tutur anak bungsu dari dua bersaudara ini kepada KORAN SINDO MEDAN barubaru ini.
Sejak SMA, Aziz memang sudah menyukai ilmu tentang tata rias. Ia lalu mempelajarinya secara otodidak. Selain sering melihat orang merias, dia rajin membaca majalah atau bukubuku tentang tata rias. “Dari dulu saya memang hobi make up orang dan suka kalau melihat perempuan cantik. Jadi, saya merasa tertantang untuk membuat perempuan jadi lebih cantik karena riasan saya,” katanya.
Sembari kerja di salon, Aziz juga kuliah Jurusan Manajemen di Universitas Harapan, Medan. Ia bisa menyelesaikan pendidikan S-1 pada 2001 berkat penghasilannya sebagai pekerja di salon. Setelah beberapa tahun bekerja di salon, Aziz memutuskan fokus menangani make up. “Waktu itu kebetulan ada kesempatan bagi saya untuk pegang make up . Karena saya pikir lebih menantang, saya langsung fokus ke make up,” ucapnya.
Bermodalkan tabungannya selama bekerja di salon, ia pun terus mendalami ilmu make up. Bahkan, ia memutuskan belajar make up hingga Kota Sencen, China, pada 2009. Kemudian pada 2010 di Kuala Lumpur dan Bangkok. Pria yang merupakan make over freelance di New York Art ini menganggap sangat penting mempelajari ilmu tata rias hingga keluar negeri. Hal ini ebagain bandingan bagaimana karakter make up orang Indonesia dengan make up orang luar negeri.
“Ternyata karakternya memang berbeda jauh. Kalau di Indonesia, karakter make up - nya lebih strong , karena orang Indonesia kebanyakan menginginkan perubahan yang benar-benar berubah. Nah, kalau di luar negeri, mereka nggak suka terlalu keras. Mereka lebih suka yang natural dan soft . Paling hanya pakai eye liner dan eye shadow yang lembut. Mereka tidak ingin kelihatan wajahnya berubah,” tuturnya.
Setelah belajar dari luar negeri, Aziz pun mulai sering dipanggil untuk me-make over model pada acara fashion show dari mal ke mal. Bahkan, tidak hanya di Kota Medan, tapi juga luar kota hingga luar negeri, seperti Kuala Lumpur dan Singapura. Saat ini Aziz juga dipakai secara tetap sebagai make over sebuah produk kecantikan.
“Walaupun sudah sering me-make up model dan orang lain, tapi saya tidak mau berhenti belajar. Saya tetap belajar. Biasanya, minimal dua tahun sekali saya pasti belajar ke Jakarta atau keluar negeri untuk belajar dan menambah wawasan. Mencari tahu tentang perkembangan tren saat ini,” ujar Aziz. Aiz yang awalnya hanya tinggal di kos-kosan hingga kini bisa membeli rumah dari penghasilan sebagai make over . Saat ini selain make over profesional, Aziz juga mengembangkan bisnisnya sebagai penyedia jasa atau rental gaun di Kompleks Impian Indah, Medan.
Tidak hanya gaun pesta, Aziz juga menyediakan gaun pengantin. Jumlahnya pun sudah mencapai ratusan. “Saya bersyukur akhirnya bisa mengembangkan bisnis rental gaun yang saya rintis dari nol dari hasil kerja saya sebagai pe-make up . Bagi saya, yang penting kerja keras dan berdoa penting untuk mewujudkan citacita saya,” katanya.
Eko Agustyo FB
Medan
Hal itu yang dilakukan Aziz dalam menekuni profesi tata rias. Sebelum menjadi make over profesional seperti sekarang, pria 37 tahun ini mengawali semuanya sebagai pekerja salon biasa. “Begitu saya selesai sekolah, saya ditarik untuk bekerja di sebuah salon. Tapi, waktu itu masih menangani rambut saja,” tutur anak bungsu dari dua bersaudara ini kepada KORAN SINDO MEDAN barubaru ini.
Sejak SMA, Aziz memang sudah menyukai ilmu tentang tata rias. Ia lalu mempelajarinya secara otodidak. Selain sering melihat orang merias, dia rajin membaca majalah atau bukubuku tentang tata rias. “Dari dulu saya memang hobi make up orang dan suka kalau melihat perempuan cantik. Jadi, saya merasa tertantang untuk membuat perempuan jadi lebih cantik karena riasan saya,” katanya.
Sembari kerja di salon, Aziz juga kuliah Jurusan Manajemen di Universitas Harapan, Medan. Ia bisa menyelesaikan pendidikan S-1 pada 2001 berkat penghasilannya sebagai pekerja di salon. Setelah beberapa tahun bekerja di salon, Aziz memutuskan fokus menangani make up. “Waktu itu kebetulan ada kesempatan bagi saya untuk pegang make up . Karena saya pikir lebih menantang, saya langsung fokus ke make up,” ucapnya.
Bermodalkan tabungannya selama bekerja di salon, ia pun terus mendalami ilmu make up. Bahkan, ia memutuskan belajar make up hingga Kota Sencen, China, pada 2009. Kemudian pada 2010 di Kuala Lumpur dan Bangkok. Pria yang merupakan make over freelance di New York Art ini menganggap sangat penting mempelajari ilmu tata rias hingga keluar negeri. Hal ini ebagain bandingan bagaimana karakter make up orang Indonesia dengan make up orang luar negeri.
“Ternyata karakternya memang berbeda jauh. Kalau di Indonesia, karakter make up - nya lebih strong , karena orang Indonesia kebanyakan menginginkan perubahan yang benar-benar berubah. Nah, kalau di luar negeri, mereka nggak suka terlalu keras. Mereka lebih suka yang natural dan soft . Paling hanya pakai eye liner dan eye shadow yang lembut. Mereka tidak ingin kelihatan wajahnya berubah,” tuturnya.
Setelah belajar dari luar negeri, Aziz pun mulai sering dipanggil untuk me-make over model pada acara fashion show dari mal ke mal. Bahkan, tidak hanya di Kota Medan, tapi juga luar kota hingga luar negeri, seperti Kuala Lumpur dan Singapura. Saat ini Aziz juga dipakai secara tetap sebagai make over sebuah produk kecantikan.
“Walaupun sudah sering me-make up model dan orang lain, tapi saya tidak mau berhenti belajar. Saya tetap belajar. Biasanya, minimal dua tahun sekali saya pasti belajar ke Jakarta atau keluar negeri untuk belajar dan menambah wawasan. Mencari tahu tentang perkembangan tren saat ini,” ujar Aziz. Aiz yang awalnya hanya tinggal di kos-kosan hingga kini bisa membeli rumah dari penghasilan sebagai make over . Saat ini selain make over profesional, Aziz juga mengembangkan bisnisnya sebagai penyedia jasa atau rental gaun di Kompleks Impian Indah, Medan.
Tidak hanya gaun pesta, Aziz juga menyediakan gaun pengantin. Jumlahnya pun sudah mencapai ratusan. “Saya bersyukur akhirnya bisa mengembangkan bisnis rental gaun yang saya rintis dari nol dari hasil kerja saya sebagai pe-make up . Bagi saya, yang penting kerja keras dan berdoa penting untuk mewujudkan citacita saya,” katanya.
Eko Agustyo FB
Medan
(ars)