Ahok Ngaku Terus Suplai Data ke Bareskrim
Rabu, 06 Mei 2015 - 22:25 WIB
Ahok Ngaku Terus Suplai Data ke Bareskrim
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku terus menyuplai data ke Baresmkrim Mabes Polri untuk membongkar dugaan korupsi pengadaan UPS di APBD 2014.
Tak hanya itu, Ahok juga mengaku bekerjasama dengan DPRD DKI untuk membuka pintu jika penagak hukum memerlukan data tambahan soal kasus tersebut.
"Bagus, kan kami rencana mau buka-bukaan bersama ketua DPRD," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2015).
Menurut Ahok saat ini yang terpenting Pemprov DKI kooperatif dalam mengirim data terkait kasus UPS jika memang diminta oleh Bareskrim.
"Kami sih sudah kirim data terus, kami selama ini kasih data terus besok juga kasih data," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan hal yang sama yaitu buka-bukaan soal kasus UPS dari DPRD. Namun Pras mengatakan analisa dirinya banyak pula pejabat SKPD yang ikut terseret.
"Silahkan saja buka-bukaan. Tapi analisa saya akan banyak pula pejabat-pejabat SKPD yang ikut terseret di kasus ini. Karena itu saya mengimbau Gubernur ikut mendorong penyelidikan terhadap anak buahnya. Semua pejabat SKPD yang terlibat harus diperiksa," tukas Pras, Selasa 5 Mei 2015.
Tak hanya itu, Ahok juga mengaku bekerjasama dengan DPRD DKI untuk membuka pintu jika penagak hukum memerlukan data tambahan soal kasus tersebut.
"Bagus, kan kami rencana mau buka-bukaan bersama ketua DPRD," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2015).
Menurut Ahok saat ini yang terpenting Pemprov DKI kooperatif dalam mengirim data terkait kasus UPS jika memang diminta oleh Bareskrim.
"Kami sih sudah kirim data terus, kami selama ini kasih data terus besok juga kasih data," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan hal yang sama yaitu buka-bukaan soal kasus UPS dari DPRD. Namun Pras mengatakan analisa dirinya banyak pula pejabat SKPD yang ikut terseret.
"Silahkan saja buka-bukaan. Tapi analisa saya akan banyak pula pejabat-pejabat SKPD yang ikut terseret di kasus ini. Karena itu saya mengimbau Gubernur ikut mendorong penyelidikan terhadap anak buahnya. Semua pejabat SKPD yang terlibat harus diperiksa," tukas Pras, Selasa 5 Mei 2015.
(ysw)