3 Jam Tertimbun Longsor, Selamat karena Jari Telunjuk
Rabu, 06 Mei 2015 - 13:42 WIB
3 Jam Tertimbun Longsor, Selamat karena Jari Telunjuk
A
A
A
BANDUNG - Malang dialami Rukman (43). Dia menjadi korban longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Saat ini, dia masih dirawat di Rumah Sakit Al Ihsan.
Saat wartawan berkunjung ke ruang perawatan, Rukman tampak terbaring lemah. Bagian tubuhnya banyak terdapat luka bakar dan memar. Dia tampak lemas dan sulit berbicara. Apalagi banyak tulangnya yang patah.
Sang adik, Ai Suryati (40) tampak setia menemani Rukman. Sesekali dia membenarkan selimut yang menutupi tubuh kakaknya. Sesekali dia memegang lengan Rukman. Ada juga seorang saudara Rukman di lokasi.
Menurut Ai, Rukman sedang tidur di rumah saat longsor terjadi, pada Selasa 5 Mei 2015. Rumah panggung yang dihuni Rukman pun ambruk oleh material longsoran yang disertai gas panas.
Rukman pun terjebak di dalam rumah yang tergulung longsoran. "Itu terseretnya sekira 20 meter," kata Ai, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (6/5/2015).
Rukman yang merupakan buruh tani itu pun terjebak sekira tiga jam lamanya dalam longsoran. Dari kejadian sekira pukul 15.00 WIB, Rukman baru ditemukan sekira pukul 18.00 WIB.
"Kakak saya tertimbun sekira tiga jam. Badannya sudah ketutup batu, tanah, sama kayu. Ditolonginnya sama warga," jelasnya.
Saat itu, hanya jari telunjuk Rukman yang terlihat. Sedangkan seluruh tubuhnya tertimbun material longsoran. "Kakak saya ketahuan tertimbun longsor, karena jari telunjuknya keluar dari tanah dan digerak-gerakin," ungkap Ai.
Setelah dievakuasi warga, Rukman sempat dibawa ke puskesmas setempat. Dia lalu dilarikan ke RS Al Ihsan untuk mendapatkan perawatan intensif hingga kini.
Saat wartawan berkunjung ke ruang perawatan, Rukman tampak terbaring lemah. Bagian tubuhnya banyak terdapat luka bakar dan memar. Dia tampak lemas dan sulit berbicara. Apalagi banyak tulangnya yang patah.
Sang adik, Ai Suryati (40) tampak setia menemani Rukman. Sesekali dia membenarkan selimut yang menutupi tubuh kakaknya. Sesekali dia memegang lengan Rukman. Ada juga seorang saudara Rukman di lokasi.
Menurut Ai, Rukman sedang tidur di rumah saat longsor terjadi, pada Selasa 5 Mei 2015. Rumah panggung yang dihuni Rukman pun ambruk oleh material longsoran yang disertai gas panas.
Rukman pun terjebak di dalam rumah yang tergulung longsoran. "Itu terseretnya sekira 20 meter," kata Ai, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (6/5/2015).
Rukman yang merupakan buruh tani itu pun terjebak sekira tiga jam lamanya dalam longsoran. Dari kejadian sekira pukul 15.00 WIB, Rukman baru ditemukan sekira pukul 18.00 WIB.
"Kakak saya tertimbun sekira tiga jam. Badannya sudah ketutup batu, tanah, sama kayu. Ditolonginnya sama warga," jelasnya.
Saat itu, hanya jari telunjuk Rukman yang terlihat. Sedangkan seluruh tubuhnya tertimbun material longsoran. "Kakak saya ketahuan tertimbun longsor, karena jari telunjuknya keluar dari tanah dan digerak-gerakin," ungkap Ai.
Setelah dievakuasi warga, Rukman sempat dibawa ke puskesmas setempat. Dia lalu dilarikan ke RS Al Ihsan untuk mendapatkan perawatan intensif hingga kini.
(san)