Legislator dari PDIP Dukung Bareskrim Usut Kasus UPS
Senin, 04 Mei 2015 - 17:27 WIB
Legislator dari PDIP Dukung Bareskrim Usut Kasus UPS
A
A
A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendukung kinerja Bareskrim Mabes Polri dalam mengungkap kasus dugaan korupsi pada pengadaan uninterruptible power supply (UPS) tahun anggaran 2014.
"Saya pikir secara teknis setiap warga negara wajib memberikan dukungan kepada penegakan hukum termasuk memberikan informasi," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengatakan, mendukung usaha Bareskrim untuk menegakkan hukum. Dia juga mengaku siap jika dimintai keterangan, walaupun pada 2014 Pantas belum menjadi anggota Dewan.
"Saya belum anggota periode lalu. Tapi, kami siap dimintai keterangan. Karena itu kan kewajiban," katanya.
Sekadar diketahui, dalam kasus UPS Bareskrim sudah menetapkan dua orang tersangka keduanya dari PNS DKI Jakarta. Saat ini, penyidik Bareskrim sudah memanggil dua anggota Komisi E tahun lalu.
Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana atau Haji Lulung kala itu menjadi koordinator komisi E sudah diperiksa Bareskrim. Kemudian, Fahmi Zulfikar politikus Partai Hanura ini saat itu menjadi anggota Komisi E.
"Saya pikir secara teknis setiap warga negara wajib memberikan dukungan kepada penegakan hukum termasuk memberikan informasi," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengatakan, mendukung usaha Bareskrim untuk menegakkan hukum. Dia juga mengaku siap jika dimintai keterangan, walaupun pada 2014 Pantas belum menjadi anggota Dewan.
"Saya belum anggota periode lalu. Tapi, kami siap dimintai keterangan. Karena itu kan kewajiban," katanya.
Sekadar diketahui, dalam kasus UPS Bareskrim sudah menetapkan dua orang tersangka keduanya dari PNS DKI Jakarta. Saat ini, penyidik Bareskrim sudah memanggil dua anggota Komisi E tahun lalu.
Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana atau Haji Lulung kala itu menjadi koordinator komisi E sudah diperiksa Bareskrim. Kemudian, Fahmi Zulfikar politikus Partai Hanura ini saat itu menjadi anggota Komisi E.
(mhd)