Sampah Tutupi Keindahan Pantai di Bantul

Selasa, 28 April 2015 - 15:11 WIB
Sampah Tutupi Keindahan...
Sampah Tutupi Keindahan Pantai di Bantul
A A A
BANTUL - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul mengaku kewalahan mengatasi permasalahan sampah di pantai yang ditimbulkan akibat banjir akhir pekan lalu.

Minimnya peralatan angkut serta ketergantungannya dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menjadi penyebab Disbudpar keteteran membersihkan sampah tersebut.

Kepala Disbudpar Bantul Bambang Legowo mengakui, jika akibat hujan dan banjir yang melanda Daerah Ibukota Yogyakarta (DIY) pada umumnya, sampah-sampah kiriman memenuhi kawasan pantai.

Hampir sepanjang pantai di Bantul dipenuhi dengan sampah. Sehingga petugas kebersihan yang berjumlah 39 orang dari Disbudpar harus bekerja ekstra keras untuk membersihkannya.

"Setiap musim hujan dan banyak pengunjung, sampah memang menjadi persoalan tersendiri," ujar Bambang, Selasa (28/4/2015).

Bambang mengatakan, saat ini pihaknya memang sangat bergantung pada DPU Bantul yang bertugas mengangkut sampah-sampah tersebut.

Sehingga untuk segera menghilangkan sampah dari kawasan obyek wisata menuju ke tempat pembuangan akhir pasti menunggu jadwal dari DPU Bantul.

Tak hanya itu, seringkali armada-armada tersebut merasa kesulitan untuk mengakses sampah-sampah tersebut karena kemacetan sering melanda jalan-jalan menuju ke obyek wisata, terutama di kawasan Pantai Parangtritis dan Depok.

Seringkali sampah-sampah tersebut akhirnya menumpuk tinggi di beberapa tempat penampungan sementara di Parangtritis.

"Seringkali truk sampah itu keluar masuknya sangat susah. Jalannya sempit dan kalau pas kunjungan banyak, macetnya tidak kepalang," papar Bambang.

Untuk itu, tahun ini pihaknya berencana akan melakukan pengadaan truk sampah sebanyak satu unit. Dengan adanya truk sampah dari Disbudpar Bantul dapat dengan leluasa mengangkut sampah dari obyek wisata tersebut.

Susanto, salah satu warga Parangtritis mengakui banyak wisatawan yang mengeluhkan sampah menumpuk di penampungan.

Sebagai warga asli Parangtritis, mengaku risih bahkan terkadang heran karena selama ini di kawasan tersebut sudah ada petugas kebersihan yang statusnya sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Itu sudah ada pegawainya kok bisa sampah tidak tertangani," ujar pria yang bekerja di sebuah bank ini.
(nag)
Berita Terkait
Pengolahan Sampah dan...
Pengolahan Sampah dan Rendahnya Kesadaran Jadi Masalah Serius
Rayakan HPSN, Kemkominfo...
Rayakan HPSN, Kemkominfo Ajak Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sampah Elektronik di...
Sampah Elektronik di Indonesia Diprediksi Tembus 4,4 Juta Ton, Begini Cara Mengatasinya
Horor! 100 Ton Sampah...
Horor! 100 Ton Sampah Menumpuk di Kali Jambe Bekasi
Saset Jadi Penyumbang...
Saset Jadi Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Indonesia
Kasus Penumpukan Sampah...
Kasus Penumpukan Sampah yang Mengganggu Warga
Berita Terkini
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
8 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved