Petani Bawang Merah Rugi Rp 22,77 Miliar

Selasa, 28 April 2015 - 10:11 WIB
Petani Bawang Merah...
Petani Bawang Merah Rugi Rp 22,77 Miliar
A A A
BANTUL - Sebanyak 65% tanaman bawang di Kabupaten Bantul yang siap panen mengalami puso. Terjangan banjir terjadi akhir pekan lalu mengakibatkan tanaman bawang merah di sentra-sentra tanaman ini mengakibatkan kerusakan parah.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul, Partogi Dame Pakpahan mengungkapkan, saat ini ada 324 hektare (ha) lahan pertanian di Kabupaten Bantul yang ditanami bawang merah. Dari 324 hektare tanaman bawang merah tersebut, 254 hadi antaranya dihantam banjir dan tanamannya rusak tak bisa dipanen.

“Kami menghitung kerugiannya ada di kisaran Rp 22,77 miliar,” ungkap Partogi, kemarin. Partogi mengatakan, akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah sentra bawang merah, kondisi tanaman bawang merah tahun ini lebih parah dibanding dengan tahun lalu. Kerusakan paling parah terjadi di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, dan Desa Srigading, Kecamatan Sanden.

Tanaman bawang merah di kedua desa tersebut tak bisa dipanen. Akibat hantaman banjir tersebut, stok bibit bawang merah juga sisa sedikit. Dia menghitung bibit bawang merah kini tinggal 40% atau sekitar 200 ton yang bisa diselamatkan war ga dari banjir akhir pekan lalu. Kendati demikian, ia tetap khawatir pasokan bawang merah dari kabupaten ini akan terancam.

“Ini lebih parah dibanding dengan tahun lalu, sangat ekstrem di luar perkiraan kita. Kalau seperti ini terus nanti Bantul bisa krisis bawang merah,” katanya. Karena itu, dia memprediksi harga bawang merah akan sangat timpang atau jauh berbeda. Untuk bawang merah dengan kualitas bagus alias yang bisa terselamatkan harganya akan melambung di pasaran.

Sementara bawang merah sisa-sisa banjir yang masih bisa dipungut oleh para petani harganya akan anjlok karena kualitasnya buruk. Sementara itu, akibat dari hujan deras yang melanda wilayah Bantul dan sekitarnya, diDesa Timbulharjo, masingma sing di Dusun Miri dan Dusun Sorogenen, puluhan petak kolam ikan dihantam banjir.

Di Dusun Miri, setidaknya 32 kolam berbagai jenis ikan siap panen, jebol dihantam banjir sungai Winongo. Sementara di Dusun Sorogenen, setidaknya ada 11 kolam ikan yang juga mengalami nasib serupa akibat terkena banjir Sungai Code. “Kami rugi ratusan juta rupiah, belum lagi untuk membangun kolamnya. Kami harap ada bantuan dari pemerintah un tuk kami petani ikan,” ujar Tris no Widodo, 62, anggota Ko perasi Mina Mitra Dusun Miri.

Erfanto linangkung
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
7 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
8 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
8 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
9 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
10 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved