Kades Korban Keracunan Massal Masih Lemas

Senin, 27 April 2015 - 15:41 WIB
Kades Korban Keracunan...
Kades Korban Keracunan Massal Masih Lemas
A A A
BLITAR - Para kepala desa di Kabupaten Blitar, korban keracunan saat pendidikan dan latihan kepemimpinan kades se Jawa Timur, di Kota Malang, hingga kini masih belum normal.

Sejumlah kades masih mengeluhkan pusing, mual, lemas, dan diare. Bahkan, sesampai di rumah, pada Sabtu 25 April 2015, beberapa di antaranya kembali menjalani rawat inap (opname) di rumah sakit Blitar.

"Sampai hari ini kepala saya masih pusing, perut mulas, dan diare. Bahkan, ada kades yang menjalani opname lagi," ujar Kades Karanggayam Nurkhamim, kepada wartawan, Senin (27/4/2015).

Seperti diketahui, insiden keracunan massal terjadi pada Rabu 22 April 2015 malam. Usai menyantap hidangan yang disuguhkan panitia diklat, para kades langsung terserang gejala keracunan.

Bahkan, Kades Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, sampai jatuh pingsan. Sebagian besar pasien dirawat di RS Syaiful Anwar. Kendati demikian, ada juga yang dilarikan ke RS Hermina Kota Malang.

Jumlah peserta diklat kepemimpinan kades se Jawa Timur sekitar 320 orang. Panitia membagi delapan kelas dalam diklat itu. Setiap kelas berisi 40 peserta, dari Kabupaten Blitar sebanyak 12 orang, yang semuanya dari Kecamatan Srengat.

Diklat kepemimpinan yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan angkatan ke-10. Keracunan diduga akibat menu ikan tongkol, sambal, dan urap. Nurkhamim sendiri awalnya hanya mengeluhkan rasa gatal di sekujur tubuh dan muka.

Dia termasuk yang dirujuk ke RSU Syaiful Anwar. "Saya disuntik, diinfus, direkam jantung, dan diberi obat telan yang hanya untuk dua hari. Diklat tidak berhenti. Terus berlanjut sesuai jadwal sampai Sabtu 25 April 2015," katanya.

Menurut Nurkhamim, Kades Purwokerto Ashar hingga kini masih menjalani opname di RSU Syuhada Haji Blitar. Begitu juga dengan Kades Kendalrejo.

"Kondisi yang sama dialami Kades Dermojayan, dan Kades Selokajang. Keluhannya termasuk suhu badan tinggi. Saat ini masih menjalani rawat jalan. Yang pasti, kami belum bisa bekerja seperti biasa," terang Nurkhamim.

Sementara kades yang selamat dari musibah keracunan rata-rata tidak menyantap suguhan prasmanan panitia. Mereka memilih makan di luar. "Karena memang menurut kami makanan yang disuguhkan tidak layak," pungkasnya.

Seperti diberitakan, para kades se Jawa Timur mengikuti diklat kepemimpinan di Kota Malang. Sebagian besar kades yang mengikuti pelatihan mengalami keracunan massal Rabu 22 April 2015.

Baca juga:
Diklat Kepemimpinan, Ratusan Kades se-Jatim Keracunan
(san)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
19 menit yang lalu
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
52 menit yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
11 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
12 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
12 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
18 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved