Anak-Anak juga Bisa Rileks di Salon & Spa

Minggu, 26 April 2015 - 09:58 WIB
Anak-Anak juga Bisa...
Anak-Anak juga Bisa Rileks di Salon & Spa
A A A
Perawatan tubuh tidak hanya milik wanita dewasa. Anak-anak pun sekarang mulai mengenal spa, hair mask, hair styling hingga menghias kuku. Tak heran jika kemudian salon dan spa anak mulai bermunculan di Kota Semarang.

Nuansa ceria terlihat saat masuk ke dalam di Febbs Kids Salon di Jalan Menteri Supeno Kota Semarang. Model kursi lucu berbentuk mobil-mobilan terpasang melengkapi desain interior ala kapal.

Ada juga tempat bermain anak-anak lengkap dengan game edukasi seperti balok, puzzle, buah-buahan, dan sebagainya. Area perawatan untuk mencuci rambut dirancang khusus bagi si kecil membuat setiap orang yang melihatnya tertarik. Ameera, 3 tahun 6 bulan, tampak anteng duduk di atas mobil-mobilan. Seorang kapster sedang memijat punggungnya saat melakukan perawatan hair spa. Sang bunda turut menemani sembari sesekali mengajak ngobrol supaya Ameera semakin nyaman.

Ameera bersama sahabatnya Lovely, 4, sedang “memanjakan diri”. Selain melakukan hair spa, Lovely memotong poninya. Dia memilih menonton film Frozen sembari dipijat ringan di bagian punggung yang telah diselimuti handuk mungil. “Pengalaman baru bagi Lovely, pertama tadi sempat tegang tapi sudah enjoy,” ujar ibunda Lovely, Linda, saat ditemui KORAN SINDO, Jumat (24/4). Linda mengaku baru pertama kali mengajak anaknya ke salon khusus anak-anak. Selama ini Lovely hanya mengikuti dirinya ke salon dewasa maupun bermain salon-salonan di rumah.

“Mengenalkan ke anak dengan suasana salon sesuai untuk anak seusinya,” ucapnya. Pemilik Febbs Kids Salon, Febbie Winarso, menjelaskan perawatan yang diberikan menyesuaikan segmen usia dengan komposisi bahan aman bagi anak-anak. Karena itu, dia sangat selektif memilih produk untuk anak-anak. “Misalkan, hair treatment menggunakan lidah buaya dan kemiri hasil racikan sendiri. Bahan-bahan alami mengurangi risiko alergi pada anak,” ujarnya.

Ketertarikan membuka salon anak karena melihat peluang masih minimnya salon yang menyasar anak. Anak sering ikut datang ke salon dewasa hanya untuk potong rambut. Biasanya anak malah takut dan gagal potong. Pengalaman ini kadang membuat anak trauma dan enggan potong rambut. “Pengalaman dari orang tua yang memiliki salon sehingga tercetus membuat salon khusus anak-anak,” kata alumnus Universitas Katolik Soegijapranata ini.

Febbie tak jarang langsung menangani layanan potong rambut, styling, blow dry, hair spa, make up, hair styling, dan hair treatment. Aneka permainan disediakan sebagai pengalih perhatian anak-anak. Koleksi DVD kartun turut disiapkan agar anak-anak semakin nyaman saat dilakukan perawatan. Jenis film kartun yang ditayangkan juga dipilih sendiri oleh Febbie. “Jenis film maupun permainan harus memiliki nilai edukasi dan tidak mengajarkan kekerasan pada anak,” ujarnya.

Kebutuhan anak memanjakan diri juga bisa difasilitasi oleh spa. Di Hippo Baby & Kids Spa, anak bisa melakukan spa hingga perawatan kesehatan kuku. “Spa bayi dilatih berenang dan diberi sentuhan pijatan lembut,” ucap pemilik Hippo Baby & Kids Spa, Inna Soetikno. Terapis yang memiliki kompetensi akan memberikan sentuhan lembut untuk meningkatkan otot motorik anak. Pijatan pada bayi juga membantunya menjalani fase pertumbuhan dengan benar.

Dampak positif lainnya adalah daya tahan tubuh bayi lebih baik. Spa bayi bisa dilakukan mulai usia 2 bulan dengan berat badan minimal 4,5 kg. Batasan tersebut dianggap bayi sudah memiliki leher kuat untuk menyangga tubuh demi keamanan bayi. Pemilihan bahan untuk perawatan sangat diutamakan karena menyangkut kesehatan anak. Kriteria bahan ramah anak seperti tidak ada pengawet, tidak ada parfum serta tidak mengandung pewarna.

Perawatan spa bayi membutuhkan minyak dipilih bahan organik seperti minyak zaitun, almond, dan biji anggur. Sementara cat kuku menggunakan water base sehingga aman saat digigit anak. “Fase anak suka menggigit tetap aman ketika kuku diwarnai,” ucapnya.

Hendrati hapsari
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
53 menit yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
1 jam yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
1 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
2 jam yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved