2 Terduga Teroris Sulsel Dikirim ke Jakarta
Sabtu, 25 April 2015 - 17:39 WIB
2 Terduga Teroris Sulsel Dikirim ke Jakarta
A
A
A
MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel mengirim dua terduga teroris Sulsel ke Jakarta. Keduanya adalah Ambo Uce (36) yang ditangkap di Wajo, dan Ustad Basri, pimpinan Pondok Pesanten Tahfidzul Quran di Sudiang.
Kedua terduga teroris itu diterbangkan dengan Pesawat Lion Air dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan Jt 779. Keduanya dikawal sebanyak 17 anggota Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Mabes Polri.
Sebelumnya diberitakan, terduga teroris Ambo Uce dibekuk Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, di Bulutironge, Kecamatan Pitumpanua Siwa, Kabupaten Wajo, pada Selasa 21 April 2015.
Ambo Uce diduga masuk jaringan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Daeng Koro dan Santoso, di Poso yang melarikan diri. Dia terlibat pembunuhan dua anggota Polres Poso Aiptu Sudirman dan Brigadir Andi Sapa, di Tamanjeka Poso.
Sementara itu, terduga teroris Ustaz Basri Pimpinan Pondok Pesantren Tanfizul Quran yang beralamatkan, di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, dibekuk Densus 88 Antiteror, pada Jumat 24 April 2015.
Ustaz Basri ditangkap sepulang berbelanja sayuran di pasar tak jauh dari pondok pesantrennya, di depan Apotek Bungadia, Blok A, No 29, BTN Hartaco Indah, Jalan Manuruki.
Keterlibatan Ustaz Basri, selain menampung para terduga teroris yang pernah ditangkapnya, dia juga perencana pengeboman kantor Gubernur Sulsel 2012. Selain itu, dia juga telah membaiat kelompok diduga ISIS.
Kedua terduga teroris itu diterbangkan dengan Pesawat Lion Air dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan Jt 779. Keduanya dikawal sebanyak 17 anggota Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Mabes Polri.
Sebelumnya diberitakan, terduga teroris Ambo Uce dibekuk Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, di Bulutironge, Kecamatan Pitumpanua Siwa, Kabupaten Wajo, pada Selasa 21 April 2015.
Ambo Uce diduga masuk jaringan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Daeng Koro dan Santoso, di Poso yang melarikan diri. Dia terlibat pembunuhan dua anggota Polres Poso Aiptu Sudirman dan Brigadir Andi Sapa, di Tamanjeka Poso.
Sementara itu, terduga teroris Ustaz Basri Pimpinan Pondok Pesantren Tanfizul Quran yang beralamatkan, di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, dibekuk Densus 88 Antiteror, pada Jumat 24 April 2015.
Ustaz Basri ditangkap sepulang berbelanja sayuran di pasar tak jauh dari pondok pesantrennya, di depan Apotek Bungadia, Blok A, No 29, BTN Hartaco Indah, Jalan Manuruki.
Keterlibatan Ustaz Basri, selain menampung para terduga teroris yang pernah ditangkapnya, dia juga perencana pengeboman kantor Gubernur Sulsel 2012. Selain itu, dia juga telah membaiat kelompok diduga ISIS.
(san)