Gerebek Toko Obat, Polisi Amankan Ratusan Obat Keras

Jum'at, 24 April 2015 - 21:30 WIB
Gerebek Toko Obat, Polisi...
Gerebek Toko Obat, Polisi Amankan Ratusan Obat Keras
A A A
DEPOK - Jajaran Satuan Narkoba Polresta Depok menyita 9.800 butir obat keras atau obat berbahaya daftar G. Ribuan obat keras itu disita dari toko obat milik YS (40) di Jalan Raya Abdul Wahab, Kedaung, Sawangan, Depok.

Toko obat itu digerebek lantaran menjual obat keras dengan cara bebas. Pembeli bisa membeli obat tanpa resep dokter. Padahal, sesuai ketentuan, obat-obatan itu harus dibeli berdasarkan resep dokter.

"Tapi mereka menjualnya secara bebas dan kebanyakan adalah remaja. Jadi mereka menyalahi prosedur penjualan obat keras," kata Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Vivick Tjangkung di Depok , Jumat (24/4/2015).

Dari ribuan butir obat keras itu terdiri dari 57 jenis. Di antaranya, Tramadol serta trihexyphenidyl HCL Parkinal yang diketahui sebagai obat penyakit parkinson. Kebanyakan obat yang disita merupakan jenis obat penenang.

"Obat-obat berbahaya ini selain memiliki efek menenangkan juga halusinasi dan ketergantungan dengan dosis yang terus harus naik," katanya.

Obat-obatan itu dijual dengan harga murah yaitu Rp10.000 untuk 10 butir. Saking murahnya, maka banyak remaja yang membeli di toko itu. Kebanyakan adalah anak punk yang membeli.

"Perpaket berisi tujuh sampai 10 butir obat keras, dijual hanya Rp10.000. Jadi pembeli membelinya satu botol yang berisi 500 butir obat keras lalu dipecah dan dikemas perpaket," katanya.

Terungkapnya penjualan obat keras secara bebas ini berdasarkan laporan masyarakat. Kemudian pihaknya melakukan penelusuran hingga menggerebek toko.

"Dari laporan masyarakat, kami lalu melakukan pengintaian. Dan dipastikan mereka menjual obat keras secara bebas tanpa menggunakan resep dokter. Hingga akhirnya kami membekuknya," kata Vivick.

YS, pemilik toko kini masih diperiksa penyidik Polresta Depok. Dia dijerat UU Kesehatan Nomot 36, Tahun 2009, Pasal 189 dengan ancaman denda maksimal Rp100 Juta.
(mhd)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
9 menit yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
16 menit yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
55 menit yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
59 menit yang lalu
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
1 jam yang lalu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
1 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved