KKP Beberkan Kronologis Kematian Yoseph di Hotel
Rabu, 22 April 2015 - 15:57 WIB
KKP Beberkan Kronologis Kematian Yoseph di Hotel
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhirnya membeberkan mengenai kronologis meninggalnya Koordinator Pos Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kepulauan Aru, Yoseph Sairlela.
Hal ini dilakukan lantaran banyaknya pemberitaan yang simpang siur, terkait meninggalnya Yosep yang juga saksi kasus perbudakan dan pencurian ikan di PT Pusaka Benjina Resources (PBR).
Dirjen PSDKP Asep Burhanudin menjelaskan, keberangkatan Yoseph ke Jakarta adalah dalam rangka membeli suku cadang speedboat di Dobo yang mengalami kerusakan. Selain itu, kedatangannya ke Jakarta juga untuk mengunjungi putrinya, Nike Sairlela yang kuliah di ibu kota.
"Dia nyampe tanggal 16 April 2015 di Surabaya. Sebelum berangkat, dia izin ke Kepala Stasiun Tual untuk membeli suku cadang. Hanya yang ke Surabaya ini yang perlu kita dalami," ucapnya di kantor KKP, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Menurut keterangan Nike, ayahnya sempat menerima tamu saat di Surabaya. Namun hingga saat ini masih belum diketahui tamu yang dimaksud.Setibanya di Jakarta pada 17 April 2015, Yoseph langsung menginap di Hotel Treva Internasional, Jakarta Pusat.
Kemudian pada 18 April 2015, Yoseph menyambangi Nike di tempat kos. Berdasarkan keterangan putrinya, saat mengunjungi kosnya, sang ayah sudah dalam keadaan tidak enak badan.
"Sekitar pukul 19.00 WIB, putrinya mendapat berita dari mamanya agar mengecek papa (Yoseph) yang dalam keadaan kritis di hotel. Begitu dia datang ke hotel, Yoseph sudah dibawa ke RS Menteng Mitra Afia (MMA)," jelasnya.
Dari keterangan dokter yang menanganinya di RS MMA, Yoseph diperkirakan meninggal pada pukul 20.38 WIB.
"Dari hasil pemeriksaan dokter awal, diberitakan bahwa Yosep meninggal disebabkan karena serangan jantung. Memang dari riwayat sakit, almarhum sudah mengidap penyakit hipertensi akut," terang Asep.
Dari hasil pemeriksaan dokter, memang ditemukan luka lebam di area pipi dan kening bagian kanan. Namun kesimpulan awal, luka tersebut bukan menjadi penyebab kematian Yoseph.
Saat ini, lanjut Asep, baik pihak keluarga ataupun KKP masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Diperkirakan hasil autopsi akan keluar dua minggu mendatang
"Berita ini banyak yang menafsirkan lain-lain, yang dampaknya luar biasa. Saya mengimbau tolong statement di tahan, karena akan beri dampak enggak bagus. Kita sepakat hasil sementara, meninggal karena serangan jantung," katanya.
"Apabila ada hasil lain, biar lembaga yang berwajib menyampaikan dua minggu ke depan tunggu hasil autopsi," tambah Asep.
Baca Juga: Pegawai KKP yang Tewas di Hotel Saksi Penting Kasus Benjina
Hal ini dilakukan lantaran banyaknya pemberitaan yang simpang siur, terkait meninggalnya Yosep yang juga saksi kasus perbudakan dan pencurian ikan di PT Pusaka Benjina Resources (PBR).
Dirjen PSDKP Asep Burhanudin menjelaskan, keberangkatan Yoseph ke Jakarta adalah dalam rangka membeli suku cadang speedboat di Dobo yang mengalami kerusakan. Selain itu, kedatangannya ke Jakarta juga untuk mengunjungi putrinya, Nike Sairlela yang kuliah di ibu kota.
"Dia nyampe tanggal 16 April 2015 di Surabaya. Sebelum berangkat, dia izin ke Kepala Stasiun Tual untuk membeli suku cadang. Hanya yang ke Surabaya ini yang perlu kita dalami," ucapnya di kantor KKP, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Menurut keterangan Nike, ayahnya sempat menerima tamu saat di Surabaya. Namun hingga saat ini masih belum diketahui tamu yang dimaksud.Setibanya di Jakarta pada 17 April 2015, Yoseph langsung menginap di Hotel Treva Internasional, Jakarta Pusat.
Kemudian pada 18 April 2015, Yoseph menyambangi Nike di tempat kos. Berdasarkan keterangan putrinya, saat mengunjungi kosnya, sang ayah sudah dalam keadaan tidak enak badan.
"Sekitar pukul 19.00 WIB, putrinya mendapat berita dari mamanya agar mengecek papa (Yoseph) yang dalam keadaan kritis di hotel. Begitu dia datang ke hotel, Yoseph sudah dibawa ke RS Menteng Mitra Afia (MMA)," jelasnya.
Dari keterangan dokter yang menanganinya di RS MMA, Yoseph diperkirakan meninggal pada pukul 20.38 WIB.
"Dari hasil pemeriksaan dokter awal, diberitakan bahwa Yosep meninggal disebabkan karena serangan jantung. Memang dari riwayat sakit, almarhum sudah mengidap penyakit hipertensi akut," terang Asep.
Dari hasil pemeriksaan dokter, memang ditemukan luka lebam di area pipi dan kening bagian kanan. Namun kesimpulan awal, luka tersebut bukan menjadi penyebab kematian Yoseph.
Saat ini, lanjut Asep, baik pihak keluarga ataupun KKP masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Diperkirakan hasil autopsi akan keluar dua minggu mendatang
"Berita ini banyak yang menafsirkan lain-lain, yang dampaknya luar biasa. Saya mengimbau tolong statement di tahan, karena akan beri dampak enggak bagus. Kita sepakat hasil sementara, meninggal karena serangan jantung," katanya.
"Apabila ada hasil lain, biar lembaga yang berwajib menyampaikan dua minggu ke depan tunggu hasil autopsi," tambah Asep.
Baca Juga: Pegawai KKP yang Tewas di Hotel Saksi Penting Kasus Benjina
(nag)