Modus Baru Praktik Percaloan di Bandara Soetta
Selasa, 21 April 2015 - 07:30 WIB
Modus Baru Praktik Percaloan di Bandara Soetta
A
A
A
TANGERANG - Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menemukan modus baru praktik percaloan pasca-ditutupnya konter tiket di bandara tersebut. Para calo kini melengkapi peralatan dengan laptop dan printer dalam menjalankan aksinya.
Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Zulfahmi mengatakan, setelah ditutupnya tiket sales konter, muncul modus operandi baru para calo. Zulfahmi pun mengakui calo selalu selangkah lebih maju.
“Mereka memang selangkah lebih depan, kini mereka menggunakan laptop dan printer,” ujar Zulfahmi yang sejak 1 April 2015 ini menjabat sebagai Senior General Manager, Senin 20 April kemarin. Dia menjelaskan, pengguna jasa bandara tidak semua mengerti akan teknologi informasi mengenai pembelian tiket online.
Sehingga, ketika penumpang datang ke bandara, mereka terlihat bingung dan ini menjadi celah para calo untuk beraksi. Menurut Zulfahmi, segala cara telah dilakukan untuk memberantas percaloan.
“Tidak ada pilihan lain selain penumpang sendiri yang menolak calo. Sudah lah enggak usah beli dari calo, karena calo akan jual lebih mahal,” terangnya.
Sebelumnya, Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap calo tiket dengan modus seperti itu pada Senin 16 Februari lalu. Ketika ditangkap, di dalam mobil pelaku, terdapat banyak KTP palsu, membawa laptop, scanner dan printer.
Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Zulfahmi mengatakan, setelah ditutupnya tiket sales konter, muncul modus operandi baru para calo. Zulfahmi pun mengakui calo selalu selangkah lebih maju.
“Mereka memang selangkah lebih depan, kini mereka menggunakan laptop dan printer,” ujar Zulfahmi yang sejak 1 April 2015 ini menjabat sebagai Senior General Manager, Senin 20 April kemarin. Dia menjelaskan, pengguna jasa bandara tidak semua mengerti akan teknologi informasi mengenai pembelian tiket online.
Sehingga, ketika penumpang datang ke bandara, mereka terlihat bingung dan ini menjadi celah para calo untuk beraksi. Menurut Zulfahmi, segala cara telah dilakukan untuk memberantas percaloan.
“Tidak ada pilihan lain selain penumpang sendiri yang menolak calo. Sudah lah enggak usah beli dari calo, karena calo akan jual lebih mahal,” terangnya.
Sebelumnya, Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap calo tiket dengan modus seperti itu pada Senin 16 Februari lalu. Ketika ditangkap, di dalam mobil pelaku, terdapat banyak KTP palsu, membawa laptop, scanner dan printer.
(whb)