Truk Hantam Angkot, 2 Tewas, 10 Luka
Minggu, 19 April 2015 - 09:00 WIB
Truk Hantam Angkot, 2 Tewas, 10 Luka
A
A
A
KAJEN - Kecelakaan maut terjadi di jalur utama Kabupaten Pekalongan-Banjarnegara tepatnya di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalong, pagi kemarin. Sebuah truk nopol R 1872 CM menabrak angkutan kota (angkot) G 1095 AB sarat penumpang.
Kecelakaan itu menewaskan dua penumpang angkot dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka. Kedua korban yang tewas diketahui bernama Dasmuri, 40, warga Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, yang merupakan sopir angkot, dan Kalipiah, 52, warga Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen. Adapun korban selamat masing-masing, Kartiah, 48, Mutinah, 50, Mundli, 70, Susanti, 25, kelimanya warga Desa Gejlik.
Sedangkan lima lainnya yang merupakan warga Desa Rowolaku yakni, Solihah, 60, Riana, 50, Casmini, 60, Warsidah, 60. Seluruh korban baik yang tewas maupun luka-luka langsung dibawa ke RSU Karanganyar, Pekalongan. Kecelakaan itu bermula saat angkot yang dikemudikan Dasmuri, 40, warga Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, melaju dengan kecepatan sedang dari arah selatan.
Angkot membawa 12 pedagang yang hendak berjualan di Pasar Bojong dan Pasar Wiradesa. Tiba di lokasi kejadian, tibatiba muncul truk tanpa muatan dari arah berlawanan yang dikemudikan Bambang, 35, warga Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
“Tiba-tiba ada suara benturan keras, warga langsung mencari sumber suara dan ternyata ada tabrakan truk dengan angkot itu. Para korban dari angkot maupun truk samasama berteriak minta tolong. Kemudian para korban langsung dievakuasi ke RSUD Karanganyar,” kata saksi mata di lokasi kejadian, Sutoyo, 38. Salah seorang penumpang angkot, Casmini, 60, mengaku tidak tahu persis kecelakaan yang menimpanya.
“Tahu-tahu sudah tabrakan aja,” kata warga Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, itu. Penumpang lain, Riana, 50, juga mengaku tidak mengetahui awal mula kecelakaan maut itu. “Nggaktahu awalnya, tiba-tiba sudah tabrakan. Setelah itu saya teriak minta tolong, kemudian ditolong warga yang sekitar musala itu. Kalau saya mau jualan di Pasar Bojong,” ujarnya.
Dia menuturkan, Kalipiah tewas akibat tubuhnya terlempar ke luar angkot. Saat kejadian, korban duduk di dekat pintu. “Kalau saya tidak tertahan keranjang sayur, mungkin saya jugasudahterlemparkeluarjuga,” ucapnya. Kernet truk, Ikhwan, 45, warga Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara mengaku tidak tahu persis kejadian tersebut.
“Saya kurang tahu persis kejadiannya, sebab saat itu saya tertidur. Tahu-tahu sudah kejadian itu,” ujarnya. Dia bersama Bambang baru saja mengantar kayu ke Cirebon, Jawa Barat. Kepala Bagian Tata Usaha RSU Karanganyar, Widodo mengatakan kedua korban meninggal di lokasi kejadian.
“Kami menerima para korban sekitar pukul 05.20 WIB,” katanya. Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Kemas Indra Natanegara mengatakan dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat sopir truk mengantuk. “Pengemudi truk tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya. Sehingga truk berjalan terlalu ke kanan masuk jalur arah berlawanan,” katanya.
Prahayuda febrianto
Kecelakaan itu menewaskan dua penumpang angkot dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka. Kedua korban yang tewas diketahui bernama Dasmuri, 40, warga Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, yang merupakan sopir angkot, dan Kalipiah, 52, warga Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen. Adapun korban selamat masing-masing, Kartiah, 48, Mutinah, 50, Mundli, 70, Susanti, 25, kelimanya warga Desa Gejlik.
Sedangkan lima lainnya yang merupakan warga Desa Rowolaku yakni, Solihah, 60, Riana, 50, Casmini, 60, Warsidah, 60. Seluruh korban baik yang tewas maupun luka-luka langsung dibawa ke RSU Karanganyar, Pekalongan. Kecelakaan itu bermula saat angkot yang dikemudikan Dasmuri, 40, warga Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, melaju dengan kecepatan sedang dari arah selatan.
Angkot membawa 12 pedagang yang hendak berjualan di Pasar Bojong dan Pasar Wiradesa. Tiba di lokasi kejadian, tibatiba muncul truk tanpa muatan dari arah berlawanan yang dikemudikan Bambang, 35, warga Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
“Tiba-tiba ada suara benturan keras, warga langsung mencari sumber suara dan ternyata ada tabrakan truk dengan angkot itu. Para korban dari angkot maupun truk samasama berteriak minta tolong. Kemudian para korban langsung dievakuasi ke RSUD Karanganyar,” kata saksi mata di lokasi kejadian, Sutoyo, 38. Salah seorang penumpang angkot, Casmini, 60, mengaku tidak tahu persis kecelakaan yang menimpanya.
“Tahu-tahu sudah tabrakan aja,” kata warga Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, itu. Penumpang lain, Riana, 50, juga mengaku tidak mengetahui awal mula kecelakaan maut itu. “Nggaktahu awalnya, tiba-tiba sudah tabrakan. Setelah itu saya teriak minta tolong, kemudian ditolong warga yang sekitar musala itu. Kalau saya mau jualan di Pasar Bojong,” ujarnya.
Dia menuturkan, Kalipiah tewas akibat tubuhnya terlempar ke luar angkot. Saat kejadian, korban duduk di dekat pintu. “Kalau saya tidak tertahan keranjang sayur, mungkin saya jugasudahterlemparkeluarjuga,” ucapnya. Kernet truk, Ikhwan, 45, warga Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara mengaku tidak tahu persis kejadian tersebut.
“Saya kurang tahu persis kejadiannya, sebab saat itu saya tertidur. Tahu-tahu sudah kejadian itu,” ujarnya. Dia bersama Bambang baru saja mengantar kayu ke Cirebon, Jawa Barat. Kepala Bagian Tata Usaha RSU Karanganyar, Widodo mengatakan kedua korban meninggal di lokasi kejadian.
“Kami menerima para korban sekitar pukul 05.20 WIB,” katanya. Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Kemas Indra Natanegara mengatakan dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat sopir truk mengantuk. “Pengemudi truk tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya. Sehingga truk berjalan terlalu ke kanan masuk jalur arah berlawanan,” katanya.
Prahayuda febrianto
(bbg)