Stok dan Suplai Darah di Cirebon Tak Seimbang

Rabu, 15 April 2015 - 14:00 WIB
Stok dan Suplai Darah...
Stok dan Suplai Darah di Cirebon Tak Seimbang
A A A
CIREBON - Kebutuhan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon hingga kini masih belum seimbang dengan suplai yang diterima.

Padahal, kebutuhan atas darah tak hanya datang dari wilayah kota saja, melainkan hingga Jawa Tengah (Jateng).

Kantor PMI Kota Cirebon setiap hari rata-rata membutuhkan darah berbagai golongan hingga 100 labu.

Namun, kebutuhan itu kerapkali tak tercapai akibat kurangnya pasokan darah yang didonorkan.

"Padahal, PMI Kota Cirebon ini penyokong pasokan darah seluruh rumah sakit di wilayah Cirebon. Bahkan terkadang kebutuhan darah datang pula dari wilayah lain seperti Sumedang serta daerah lain di Jateng seperti Brebes maupun Tegal," kata Kepala Seksi Pencari dan Pelestari Donor Darah PMI Kota Cirebon Bambang Eka Saputra.

Saat ini sendiri, kata dia, kebutuhan darah semakin meningkat seiring pesatnya pertumbuhan rumah sakit.

Namun, hingga kini PMI Kota Cirebon hanya mampu mengamankan stok darah satu hari. Kondisi itu memprihatinkan sebab sesuai aturan standar, stok darah dinyatakan aman jika ketersediaannya mencapai empat hari.

Selama ini, lanjut dia, stok darah yang tersedia di PMI Kota Cirebon sebagian besar berasal dari pendonor sukarela dan lainnya dari pendonor pengganti saat benar-benar dibutuhkan. Saat ini tercatat 1.600 pendonor pada PMI Kota Cirebon.

Tak seimbangnya stok dan suplai darah diakuinya, seringkali membuat PMI kerepotan. Karena itu, pihaknya terus berupaya mencari sukarelawan yang bersedia mendonorkan darahnya. Pihaknya intens mengajak masyarakat untuk donor darah demi membantu sesama.

Dia menerangkan, donor darah yang sehat dilakukan tiga bulan sekali. Jika kondisi tubuh seorang pendonor sedang bagus, paling cepat donor darah bisa dilakukan 2,5 bulan sekali.

Selain mendatangi lokasi, pihaknya juga membuka layanan bagi pendonor di PMI yang hendak menyumbang darahnya.

"Apalagi kalau donor darah dari keluarga, lebih meyakinkan, lebih aman, dan terjamin," tambah dia.

Sementara itu, tak sedikit orang yang enggan mendonorkan darahnya dengan alasan takut. Meski mengetahui makna donor darah, rata-rata mereka tak bisa meredam ketakutannya sehingga tak melaksanakan misi manusiawi itu.

"Seumur hidup saya belum pernah donor darah, terus terang karena takut pada jarum suntik, meski saya tahu makna kemanusiaannya. Menurut saya, perlu ada pendampingan khusus bagi orang yang takut jarum dan semacamnya, agar mereka lebih berani mendonorkan darah," ungkap seorang warga, Kurnia.
(sms)
Berita Terkait
Gen Z Wajib Tahu, Ini...
Gen Z Wajib Tahu, Ini Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Radjak Hospital Gelar...
Radjak Hospital Gelar Donor Darah Serentak, dr. Handaria Ungkap Manfaatnya
TNI AL Gelar Donor Darah...
TNI AL Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-76 TNI di Koarmada I
Sepekan Ramadhan, Jumlah...
Sepekan Ramadhan, Jumlah Pendonor Darah di PMI DKI Jakarta Turun 50 Persen
Stok Darah PMI Menipis,...
Stok Darah PMI Menipis, Trigatra Marta Gelar Aksi Donor Darah
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
34 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved