Inen Rusnan, Saksi Hidup Konferensi Asia Afrika

Rabu, 15 April 2015 - 11:51 WIB
Inen Rusnan, Saksi Hidup...
Inen Rusnan, Saksi Hidup Konferensi Asia Afrika
A A A
BANDUNG - Inen Rusnan menjadi tokoh penting di balik pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, pada 1955. Berikut kisah sosok Inen Rusnan.

"Silahkan, masuk," ajak Inen dengan ramah saat dikunjungi di kediamannya di kawasan Cipaganti, Kota Bandung.

Ketika obrolan seputar pengalamannya dimulai, Inen dengan semangat menceritakan kisahnya sebagai saksi hidup Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955. Saat itu, Inen bertugas menjadi bagian dokumentasi sebagai fotografer. Usianya saat itu baru sekira 17 tahun.

"Mungkin saat itu saya fotografer termuda yang ada di Konferensi Asia Afrika. Apalagi saat itu belum banyak orang yang bisa mengoperasikan kamera," kata Inen.

Meski berusia muda, Inen saat itu tidak canggung menjalankan tugasnya. Sebab ia sudah terbiasa menjadi fotografer lepas dan mengirim karyanya ke sejumlah media massa di Jawa Barat saat itu.

Karena pengalaman itu, Inen didaulat panitia menjadi fotografer pengabadi momen KAA. Panitia tak ragu karena Inen punya pengalaman memotret berbagai kegiatan penting yang melibatkan pejabat.

Bermodalkan kamera Leica F3, ia mengabadikan berbagai momen penting kegiatan KAA saat itu. Ada banyak keasyikan yang dirasakannya. Ia pun bangga karena tidak banyak orang yang punya kesempatan emas seperti dirinya berada di antara para delegasi berbagai negara.

"Momen yang paling saya suka pas motret itu adalah saat para kepala negara sedang asyik ngobrol. Itu momen langka," ungkap pria kelahiran Sumedang, 2 Agustus 1937.

Tentu perlu keahlian yang mumpuni untuk memotret momen itu, mengingat kamera yang dipakai tidak secanggih saat ini. Apalagi jumlah roll film yang dibawa terbatas jumlahnya, yaitu sekira 20 roll.

Perlu kejelian dan keahlian untuk menangkap momen. Hasilnya pun harus memuaskan agar tidak mengecewakan panitia dan para delegasi berbagai negara.

Hasil foto Inen pun kini mejeng di Museum Konferensi Asia Afrika. Bahkan banyak dari para delegasi yang membawa hasil foto Inen ke negaranya masing-masing untuk kenang-kenangan.

Tapi koleksi foto yang ada di rumah Inen tinggal beberapa saja. Salah satu yang tersisa adalah foto ketika ada rombongan penyambut tamu menunggu kedatangan para delegasi.

"Sisanya kebanyakan rusak karena rumah bapak pernah kebakaran beberapa tahun lalu. Yang ada sekarang tinggal sisanya saja," tuturnya.

Selain foto KAA, masih ada sejumlah foto yang tersisa yaitu foto-foto saat Inen meliput di zaman dahulu. Ada juga beberapa foto Inen dengan sejumlah pejabat, salah satunya Presiden Pertama RI, Soekarno.

Foto-foto itu dipajang di dinding rumahnya yang sederhana. Foto itu jadi kenangan perjalanan Inen sebagai fotografer sekaligus perekam sejarah.

Inen sendiri lebih banyak belajar foto secara otodidak. Selain itu, ia mendapat bimbingan dari ayah angkatnya yang merupakan fotografer.

Sepanjang hidupnya, Inen terus berkutat dengan dunia foto. Ia tak bisa lepas dari profesinya karena memiliki kecintaan tersendiri pada dunia foto.

"Buat saya mah kamera itu seperti istri pertama," tandas Inen.
(zik)
Berita Terkait
Peringatan Konferensi...
Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-67 di Bandung
Saddam Al Jihad Terpilih...
Saddam Al Jihad Terpilih Jadi Presiden AAYG Periode 2021-2026
Jelang AALCO ke-61,...
Jelang AALCO ke-61, Dirjen AHU Tinjau dan Simulasikan Kedatangan Delegasi
Kemeriahan Festival...
Kemeriahan Festival Asia Afrika 2023 di Bandung
Pemerintah Terus Perbaiki...
Pemerintah Terus Perbaiki Iklim Investasi di Indonesia
Menlu China: Kami Tak...
Menlu China: Kami Tak Menjebak Afrika dalam Perangkap Utang
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
1 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved