Pengamat: Salahkan Swasta, Pernyataan Ahok Kontradiktif

Kamis, 09 April 2015 - 20:35 WIB
Pengamat: Salahkan Swasta,...
Pengamat: Salahkan Swasta, Pernyataan Ahok Kontradiktif
A A A
JAKARTA - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyalahkan perusahaan swasta adalah pernyataan kontradiktif.

Penilaian ini diutarakan, pengamat kebijakan publik Tubagus Haryo Karbyanto. Menurut Haryo, pernyataan Ahok kali ini yang tidak percaya dengan perusahaaan swasta adalah pernyataan kontradiktif. Karena, Ahok pernah membanggakan perusahaan swasta dengan profesionalitasnya.

Menurutnya, tidak maksimalnya kinerja perusahaan swasta itu disebabkan oleh birokrasi Pemprov DKI sendiri. Di mana, perusahaan swasta kerap harus menyetor dana dan kinerja dibatasi waktu oleh Pemprov DKI.

"Saya kira ini kontradiktif, dulu Ahok percaya swasta karena profesional, kalau dia berbalik harus lihat faktornya. Yang dibutuhkan swasta itu bagaimana menghadapi birokrasi yang mudah, tidak ada setoran dan lain sebagainya. Ahok harusnya memperhatikan itu," papar Tubagus saat dihubungi, Kamis (9/4/2015).

Selain itu, lanjut Tubagus, keinginan Ahok untuk membeli alat berat sendiri dan mengerjakan sendiri sangat menyimpang dari sebuah tatanan pemerintahan. Pemerintah, menurut Tubagus, hanya berfungsi sebagai regulator (pembuat aturan) dan pengawas saja.

Sehingga, apabila Ahok menginginkan pemerintah menjadi pembuat aturan, pelaksana kerja dan pengawas, pembangunan di Jakarta jelas semakin buruk dan masyarakat menjadi korban. "Kalau dia mau beli alat sendiri dan bekerja sendiri, ini pemerintah apa perusahan. Kalau pemerintah kan jelas, siapa regulator, siapa yang kerja dan siapa pengawasan. Kalau dia yang bikin aturan, dia yang melaksanakan, dan dia yang mengawasi malah semakin runyem," ujarnya.

Tubagus menyarankan agar Ahok lebih mengedepankan sinergi seluruh stakeholder di Jakarta termasuk masyarakat paling bawah yang seharusnya menjadi tugas utama Gubernur. Sejauh ini, Tubagus melihat, Ahok ingin bergerak sendiri yang malah membuat masyarakat menjadi bingung arah pembangunan Jakarta.

"Ahok tidak bisa mengambil semua. Dia tugasnya mensinergikan. Dia harus membangun sistem dan dijalankan. Dia selama ini bergerak sendiri, publik jadi bingung mau kemana si pembangunan Jakarta. Apalagi masalah APBD yang berujung ke pelayanan publik," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
39 menit yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
55 menit yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
56 menit yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
1 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
2 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
10 jam yang lalu
Infografis
MK Putuskan SD-SMP Negeri...
MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved