Batu Akik Khas Ciwaru Banyak Diburu

Kamis, 09 April 2015 - 09:54 WIB
Batu Akik Khas Ciwaru...
Batu Akik Khas Ciwaru Banyak Diburu
A A A
KUNINGAN - Fenomena batu akik yang terjadi saat ini ternyata membawa angin segar bagi warga Desa Garajati, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan.

Potensi batu bercorak yang banyak ditemukan diSungai Cijambu desa tersebut yang sebelumnya kurang mendapat per hatian, kini naik daun dan banyak diburu para kolektor batu akik dari berbagai daerah. Kini, di sepanjang jalan desa tersebut banyak warga yang menjual batu bongkahan sebagai bahan batu cincin dengan harga yang relatif murah.

Bisnis batu inipun menjadi tambahan peng hasilan warga yang selama ini hanya mengandalkan hidup dari bertani di sawah. Seperti yang dilakoni Erik, 47, mulai menjalani usaha baru menjual bongkahan batu akik di depan rumahnya sejak setengah bulan terakhir ini.

Dia menjual bahan batu akik dalam berbagai ukuran dengan variasi harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp50.000. “Batu yang banyak ditemukan di Sungai Cijambu adalah jenis pancawarna. Namun kami lebih suka menyebutnya batu corak jenis pasir emas karena ada banyak alur dan garis-garis emasnya.

Ini menjadi salah satu cirikhas dan keunggulan batu dari Desa Ciwaru, bahkan per -nah menjadi juara dua dalam kontes batu akik di Bandung,” ujar Erik. Erik yang juga Ketua RT 2 diDusun Manis desa tersebut mengungkapkan, sejak demam batu akik melanda Indonesia akhir-akhir ini membuka peluang usaha baru bagi banyak warga Desa Garajati.

Sudah lebih dari 10 warga yang membuat lapak dagangan batu didepan rumahnya masing-masing yang sebagian besar menjual batu masih dalam bentuk bongkahan. Hal ini ternyata banyak diminati para kolektor batu akik tidak hanya dari Kuningan, namun juga dari Cirebon, Brebes, Bandung hingga Jakarta.

“Sebagian besar batu yang dijual di sini masih mentah dan masih dalam bentuk bongkahan, sehingga harganya punrelatif murah. Ada jasa tukang asah untuk membentuk batu menjadi bahan batu cincin atau liontin, namun ongkosnya berbeda,” ujar Erik.

Namun Erik dan para pedagang batu lain tidak hanya menjual bahan batu cincin dalam bentuk bongkahan saja, namun juga menyediakan yang sudah jadi dan siap untuk diterapkan pada batang cincin.

Mohamad taufik
(bbg)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
15 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
20 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
33 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved