Nenek Malisa dan Cucu, 20 Tahun Tinggal di Gubuk Plastik

Kamis, 09 April 2015 - 09:02 WIB
Nenek Malisa dan Cucu,...
Nenek Malisa dan Cucu, 20 Tahun Tinggal di Gubuk Plastik
A A A
PALEMBANG - Malisa seorang nenek yang telah berusia 70 tahun bersama cucunya Maulana (23) yang keterbelakangan mental tinggal di gubuk plastik selama 20 tahun.

Warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu ini terpaksa tinggal di gubuk berukuran 7x2 meter beratap plastik dan papan yang rapuh, lantaran terputusnya bantuan pemerintah.

Rumah semi panggung terbuat dari papan yang sudah usang tersebut, dengan dinding yang ditutup dengan terpal plastik dan lantai papan rumah yang sudah usang, jika hujan selalu bocor di setiap sudutnya.

Untuk menutupi kebocoran di kala hujan sang nenek bersama cucunya menutup langit rumahnya dengan terpal agar tak bocor.

Selain itu, untuk penerangan rumahnya diberikan cuma cuma oleh tetangga. Sementara dan tempat masaknya pun berdekatan dengan tempat tidur. Nenek Melisa dulunya membeli lahan rumahnya tersebut seharga Rp500.000

Keseharianya nenek Malisa berdagang kue bongkol yang dijualnya di sekitaran wilayah tempat tinggalnya.

Satu buahnya dihargai Rp1.000 dan terkadang berjualan sayuran kangkung yang dipetiknya dari rawa belakang rumahnya.

"Kalau keseharian saya, biasanya saya berjualan bongkol, kawasan Pasar 7 Ulu dekat rumah saya, penghasilan saya kadang kadang Rp20.000, itupun hanya terkadang. Sedangkan cucu saya yang keterbelakangan mentalnya, bekerja menjadi kuli panggul dan penghasilannya jika ada rejeki mencapai Rp60.000, " ujarnya.

Sebenarnya dirinya mempunyai empat orang anak yang semuanya sudah berkeluarga. Namun kehidupan keluarga anaknya pun susah dan jauh dari tempat tinggal dia.

Ketika ditanyakan apakah dapat bantuan selama ini dari pihak pemerintah, sang nenek ini mengatakan dirinya dulu pernah dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun sekarang ini tidak lagi dapatkan bantuan.

"Saat ini kabarnya ada program baru, bantuan bagi masyarakat tidak mampu, namun saya juga tidak mendapatkannya. Bahkan saya sudah melapor kepada RT setempat, jika ingin berobat karena sakit tidak ada uang. Jadi kalau sakit paling juga hanya diobati balsem saja biar sembuh, kalau kartu Jamkes saya tidak punya," timpalnya.

Untuk itu, dirinya berharap, agar mendapat bantuan dari pemerintah supaya rumahnya bisa diperbaiki karena sudah tidak layak lagi dan nyaris ambruk.

"Suami saya sudah meninggal. Sejak dua tahun yang lalu, jadi saya harus penuhi kehidupan saya sendiri dan cucu saya, saya tidak mau merepotkan anak dan orang lain. Selagi saya bisa mencari nafkah saya akan berusaha," ungkapnya.

Terpisah, Kasi Pemerintahan Kelurahan 5 Ulu Emma mengatakan, dalam pemberian bantuan Balsem ataupun PSKS, bukan pihak kelurahan yang membagikan, melainkan dari Dinas Sosial dan dari pihak Kantor Pos.

"Kalau bantuan bagi masyarakat tidak mampu ada, tapi dalam pemberian bantuan diserahkan langsung oleh pihak Dinas Sosial ataupun biasanya dari Kantor Pos Langsung, Tapi kalau untuk ibu itu (Nenek Malisa) saya tidak mengetahui dapat atau tidaknya," kata Emma.
(sms)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
35 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved