Bareskrim Sita Laptop & Dokumen dari Ruangan Tersangka UPS
Rabu, 08 April 2015 - 14:30 WIB
Bareskrim Sita Laptop & Dokumen dari Ruangan Tersangka UPS
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Bareskrim Mabes Polri melakukan penggeledahan di Kantor Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Jakarta Barat (dulu Sudin Pendidikan Menengah). Dalam penggeledahan ini petugas menyita laptop dan sejumlah dokumen terkait kasus Uninterruptible Power Supply (UPS).
Kedatangan para penyidik di kantor yang terletak di lantai 11 Gedung B, Kantor Wali Kota Jakarta Barat itu untuk mencari barang bukti tambahan terkait kasus UPS yang menjerat AU mantan Kasi Sarana Prasarana Sudin Pendidikan Menengah Jakbar itu.
Menurut keterangan petugas keamanan (Pamdal) setempat Nurikhman (40) sebanyak enam penyidik melakukan penggeledahan di dua ruangan, salah satu bekas ruangan AU.
Sementara itu, salah satu petugas Sudin Pendidikan yang enggan disebutkan namanya menerangkan, di dua ruangan itu, para penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa arsip dokumen. "Ada banyak dokumen yang mereka periksa," tutup wanita berkerudung merah itu.
Salah satu penyidik AKBP Aneke mengatakan, penyidik memastikan beberapa dokumen dan alat bukti telah di lakukan pemeriksaan secara mendetail."Satu laptop dan beberapa dokumen, saat ini kami periksa secara teliti," ungkap Aneke di kantor Sudin Pendidikan Jakarta Barat, Rabu (8/4/2015).
Menurut Aneke, diantara dokumen yang di periksa itu, salah satunya adalah bukti tentang pembayaran dan dokumen harga terkait UPS di beberapa sekolah. Untuk pencarian itu, Aneke mengaku dua ruangan mendapatkan pemeriksaan, yakni ruang bendahara dan bekas ruang kerja AU.
Kedatangan para penyidik di kantor yang terletak di lantai 11 Gedung B, Kantor Wali Kota Jakarta Barat itu untuk mencari barang bukti tambahan terkait kasus UPS yang menjerat AU mantan Kasi Sarana Prasarana Sudin Pendidikan Menengah Jakbar itu.
Menurut keterangan petugas keamanan (Pamdal) setempat Nurikhman (40) sebanyak enam penyidik melakukan penggeledahan di dua ruangan, salah satu bekas ruangan AU.
Sementara itu, salah satu petugas Sudin Pendidikan yang enggan disebutkan namanya menerangkan, di dua ruangan itu, para penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa arsip dokumen. "Ada banyak dokumen yang mereka periksa," tutup wanita berkerudung merah itu.
Salah satu penyidik AKBP Aneke mengatakan, penyidik memastikan beberapa dokumen dan alat bukti telah di lakukan pemeriksaan secara mendetail."Satu laptop dan beberapa dokumen, saat ini kami periksa secara teliti," ungkap Aneke di kantor Sudin Pendidikan Jakarta Barat, Rabu (8/4/2015).
Menurut Aneke, diantara dokumen yang di periksa itu, salah satunya adalah bukti tentang pembayaran dan dokumen harga terkait UPS di beberapa sekolah. Untuk pencarian itu, Aneke mengaku dua ruangan mendapatkan pemeriksaan, yakni ruang bendahara dan bekas ruang kerja AU.
(whb)