5 Sekolah Terlibat Dalam Tawuran di Tangerang
Selasa, 07 April 2015 - 21:24 WIB
5 Sekolah Terlibat Dalam Tawuran di Tangerang
A
A
A
TANGERANG - Sedikitnya lima sekolah terlibat dalam aksi tawuran yang menewaskan Ahmad Arifin (17) siswa SMK PGRI 2 di Cikokol, Kota Tangerang pada Senin 6 April 2015 kemarin. Saat ini, kasus tersebut tengah diselidiki pihak kepolisian setempat.
"Berdasarkan informasi di lapangan, tawuran itu melibatkan lima sekolah berbeda dengan empat di antaranya bergabung dan melawan satu sekolah. Kelima sekolah tersebut yakni SMKN 4, SMKN 2, SMK Yuppentek 1 serta SMK PGRI 2 Tangerang dan SMK Voctech," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri di Tangerang, Selasa (7/4/2015).
Pemerintah Daerah (Pemda), kata Dadi, telah mengumpulkan kepala sekolah tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
"Pada hari ini, telah dikumpulkan kepala sekolah yang siswanya terlibat tawuran kemarin," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, telah dibahas upaya untuk mengatasi tawuran pelajar agar tidak terulang lagi. Karena kasus tawuran pelajar di Kota Tangerang telah menurun selama dua tahun terakhir tetapi sekarang terulang lagi.
"Kami akan tingkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas siswa setelah pulang sekolah agar tidak terulang lagi," katanya.
Sebelumnya, tawuran antar pelajar di Kota Tangerang telah menewaskan Ahmad Arifin (17) siswa dari SMK PGRI 2 Kota Tangerang. Arifin tewas dengan senjata tajam masih menancap di bagian wajahnya.
"Berdasarkan informasi di lapangan, tawuran itu melibatkan lima sekolah berbeda dengan empat di antaranya bergabung dan melawan satu sekolah. Kelima sekolah tersebut yakni SMKN 4, SMKN 2, SMK Yuppentek 1 serta SMK PGRI 2 Tangerang dan SMK Voctech," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri di Tangerang, Selasa (7/4/2015).
Pemerintah Daerah (Pemda), kata Dadi, telah mengumpulkan kepala sekolah tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
"Pada hari ini, telah dikumpulkan kepala sekolah yang siswanya terlibat tawuran kemarin," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, telah dibahas upaya untuk mengatasi tawuran pelajar agar tidak terulang lagi. Karena kasus tawuran pelajar di Kota Tangerang telah menurun selama dua tahun terakhir tetapi sekarang terulang lagi.
"Kami akan tingkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas siswa setelah pulang sekolah agar tidak terulang lagi," katanya.
Sebelumnya, tawuran antar pelajar di Kota Tangerang telah menewaskan Ahmad Arifin (17) siswa dari SMK PGRI 2 Kota Tangerang. Arifin tewas dengan senjata tajam masih menancap di bagian wajahnya.
(mhd)