BKSDA Jateng Sita Orang Utan

Kamis, 02 April 2015 - 12:15 WIB
BKSDA Jateng Sita Orang...
BKSDA Jateng Sita Orang Utan
A A A
KUDUS - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menyita orang utan milik Jumono, 79, warga Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, kemarin.

Langkah ini dilakukan agar hewan dilindungi tersebut mendapat perawatan yang lebih layak. Orang utan berjenis kelamin jantan yang diberi nama Jacko tersebut, dibawa Eko Budi Hartono, putra Jumono dari Tenggarong, Kalimantan Timur sejak masih bayi. Kepala BKSDA Jawa Tengah Suharman mengatakan langkah tersebutdiambilsetelahmendapat laporan dari Eko Budi Hartono. Jacko rencananya akan ditempatkan di lokasi Calon Lembaga Konservasi Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri.

“Evakuasi Jacko ini atas kesadaran dari keluarga Jumono yang ingin menyerahkan hewan tersebut,” ujarnya di sela-sela evakuasi kemarin. Sebelum dievakuasi, Jacko terlebih dulu dibius kemudian diangkut ke atas mobil dengan menggunakan kandang. Petugas baru membawa orang utan tersebut ke Wonogiri setelah siuman.

“Alasan dibawa dalam kondisi sadar karena dikhawatirkan jika masih dalam pengaruh obat bius kondisinya berubah atau bahkan malah tidak bangun lagi,” kata dokter hewan dari Taman Satwa Taru Jurug Solo, Tiara Debby. Di tempat baru, Jacko akan dikarantina terlebih dulu. Proses karantina ini sekaligus untuk mengetahui sejauh mana adaptasi hewan terancam punah itu terhadap lingkungan barunya. Selain itu juga sekaligus untuk mengetahui kondisi kesehatan Jacko.

“Apakah ada penyakit atau tidak? Nanti Jacko juga akan dicarikan pasangan agar bisa berkembang biak,” kata Debby. Sementara itu, Jumono mengaku berat melepas Jacko karena sudah diasuh sejak masih bayi. Empat tahun pertama sejak dibawa dari Kaltim, Jacko berbaur dengan keluarganya dan belum ditempatkan di kandang. Ia juga kerap menggendong dan mengajak bermain binatang tersebut di sekitar rumahnya.

Jumono akhirnya rela melepas Jacko setelah anaknya Eko Budi Hartono memberikan penjelasan soal orang utan termasuk hewan dilindungi. Selain itu, Jumono juga mengaku faktor usia yang membuatnya sudah tak bisa maksimal memelihara Jacko. “Saya sudah tua. Lagipula kalau Jacko sampai lepas sulit ditangani warga biasa,” kata dia.

Muhammad oliez
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
25 menit yang lalu
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
1 jam yang lalu
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
1 jam yang lalu
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
8 jam yang lalu
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
8 jam yang lalu
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
8 jam yang lalu
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved