115 Ribu Warga Bantul Kehilangan Jamkesta

Rabu, 01 April 2015 - 18:00 WIB
115 Ribu Warga Bantul...
115 Ribu Warga Bantul Kehilangan Jamkesta
A A A
BANTUL - Jatah Jaminan Kesehatan Perkotaan (Jamkesta) di Kabupaten Bantul, tahun ini turun drastis. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hanya memberi jatah Jamkesta sekitar 85 ribu orang. Padahal tahun lalu, alokasi Jamkesta untuk Kabupaten Bantul mencapai 200 ribu orang.

Kepala Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) Bantul, Djoko Sulasno Nimpuno membenarkan penurunan alokasi Jamkesta tersebut. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui alasan mengapa ada penurunan kuota .

"Kami juga belum melakukan langkah antisipasi atau strategi menyiasati penurunan kuota ini. Dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi,” paparnya, Rabu (1/4/2015).

Dikatakan, Jamkesta tersebut terdiri dari dua macam jaminan kesehatan, masing-masing Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan sistem Coordination Of Benefit (COB).

" Yaitu jaminan dengan pembagian dana penjamin dari tingkat II dan tingkat I. Penurunan alokasi tersebut tentu akan membuat pusing Pemerintah Kabupaten Bantul," sebut Djoko.

Djoko menduga, penurunan alokasi tidak hanya terjadi di Bantul, tetapi juga di kabupaten lain. Kemungkinan besar jika ada penurunan alokasi Jamkesta, maka nantinya akan ada penambahan anggaran untuk menanggulanginya.

Tahun lalu, Pemkab Bantul merogoh kocek sebesar Rp14,5 miliar untuk Jamkesda. “Dengan Jamkesta ini sebenarnya dijamin maksimal Rp15 juta selama setahun. Tahun ini kami belum tahu akan turun atau tidak,” tambahnya.

Sebenarnya lanjut Djoko, tahun ini pihak BKK menargetkan sekitar 500 ribu warga Bantul tercover jaminan kesehatan. Hanya saja, dengan penurunan tersebut maka angka 500 ribu kemungkinan besar akan direvisi.

"Apalagi, selama ini belum semua warga Bantul tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga jaminan kesehatan lain masih diperlukan," terangnya.

Anggota Komisi D, DPRD Bantul, Sigit Nursyam berharap penurunan kuota tersebut, merupakan hasil verifikasi data ulang bukan karena masalah biaya. Karena selama ini ditengarai banyak warga pemegang kartu jaminan kesehatan.

"Jika terkait biaya, pihaknya belum berkoordinasi dengan BKK, sehingga belum bisa melaksanakan antisipasi," sebutnya.

Sigit mengatakan, sebenarnya berdasarkan data yang ia kantongi, jumlah warga yang tidak tercover jaminan kesehatan hanya sekitar 69.200 orang atau sekitar 7,45%.

Warga yang sudah tercover JKN, Jamkesos ataupun Jamkesda sudah 93%, sehingga jumlahnya sebenarnya tidak terlalu signifikan jika akan diberi kartu jaminan.“Kalau target 2019 semua warga tercover jaminan kesehatan, saya rasa tidak sulit,” paparnya.
(nag)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved