Pabrik Genteng di Majalengka Beralih Gunakan Kayu Bakar

Selasa, 31 Maret 2015 - 16:14 WIB
Pabrik Genteng di Majalengka...
Pabrik Genteng di Majalengka Beralih Gunakan Kayu Bakar
A A A
MAJALENGKA - Mahalnya harga gas alam membuat sejumlah pabrik genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka beralih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar tungku genteng.

Selain karena harga gas alam yang mahal, faktor lain yang menyebabkan pengrajin genteng beralih menggunakan kayu bakar, karena tidak stabilnya panas api ketika digunakan saat malam hari. Sementara pembakaran genteng sendiri lebih sering dilakukan saat malam hari.

Karena alasan tersebut kini pasokan gas alam ke sejumlah pabrik genteng di wilayah Desa Sukaraja ditutup terkecuali Pabrik Genteng Abadi. Demikian juga pasokan gas alam ke pabrik genteng di Desa Andir serta sejumlah desa lainnya yang sudah dilintasi pipa distribusi gas alam dari PT PGN.

Petugas Lapangan PT PGN Doni Lesmana mengatakan, selama ini pihaknya hanya melakukan pemeliharaan dan pemantauan terhadap sejumlah pipa gas yang semula efektif memasok gas ke sejumlah pabrik genteng di Jatiwangi. Pemantauan dilakukan untuk mencegah kemungkinan pipa gas bocor.

"Benar, sekarang saluran gas alam ke pabrik genteng ditutup atas permintaan para pengusaha. Namun, pemeliharaan jaringan pipa gas tetap kami lakukan karena gas di jaringan pipa ini masih ada," kata Doni saat tengah memperbaiki tugu pemantau di Desa Sukaraja Kecamatan Jatiwangi, kemarin.

Hal itu, menurutnya, untuk memudahkan penyaluran kembali bila ada permintaan. "Makanya setiap seratus meter terdapat tugu pemantau, guna memudahkan pemeriksaan saluran gas," ungkap Doni

Terpisah Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Majalengka, Agus Permana melalui Kepala Bidang Perindustrian Asep Iwan Haryawan membenarkan, jika sebagian besar pabrik genteng beralih menggunakan kayu bakar. "Sudah cukup lama karena penggunaan gas alam sebagai bahan bakar hanya efektif selama kurang lebih tiga tahunan," paparnya.

Sebetulnya lanjut Asep yang juga pemilik pabrik genteng, apa yang disampaikan pemilik pabrik mengenai tidak efisiennya penggunaan gas dibanding kayu bakar adalah salah. Menurutnya alasan pengusaha pabrik genteng menghentikan penggunaan gas alam, lebih karena alasan tidak mau membayar biaya bulanan, padahal penggunaan gas alam dilakukan setiap bulan.

Sedangkan penggunaan kayu bakar bisa dilakukan setiap hari dan pengeluaran uang pun dilakukan setiap hari, sehingga dianggap tidak mahal.

"Sebetulnya, jika dihitung secara matematis penggunaan bahan bakar gas jauh lebih hemat dibanding kayu bakar. Coba saja dihitung, kalau kayu bakar setiap hari bisa menghabiskan antara Rp 2.500.000, hingga Rp 3.000.000. dikalikan 30 hari bisa mencapai Rp 90.000.000 per bulan," katanya.

Sementara lanjutnya, penggunaan gas alam paling hanya menghabiskan Rp 40.000.000, hingga Rp 65.000.000, jadi jauh lebih hemat Rp 15.000.000." Namun karena bayarnya bulanan jadi mereka merasa keberatan akhirnya ya dianggap lebih mahal," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Produsen Sepatu PT CSRJ...
Produsen Sepatu PT CSRJ Digugat ke Pengadilan Negeri Garut
Asyik! Pabrik Sepatu...
Asyik! Pabrik Sepatu Asics Bakal Hijrah dari China ke Indonesia
Alasan Sepatu Bata Tutup...
Alasan Sepatu Bata Tutup Pabrik: Sepi Pembeli, 4 Tahun Rugi Terus
Karyawannya Ditemukan...
Karyawannya Ditemukan Tewas, Pabrik Tahu di Cibiuk Garut Tak Beroperasi
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di Mojokerto
Kebakaran Hebat Hanguskan...
Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Sepatu di Sidoarjo
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
54 menit yang lalu
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
4 jam yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
14 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
14 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
15 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
16 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved