Tewas di Mobil Bekas, KPAI Minta Ruang Bermain Terbuka Anak

Minggu, 29 Maret 2015 - 20:16 WIB
Tewas di Mobil Bekas,...
Tewas di Mobil Bekas, KPAI Minta Ruang Bermain Terbuka Anak
A A A
DEPOK - Meninggalnya tiga bocah saat bermain petak umpet di dalam mobil Muara Karang Timur, Penjaringan, Jakarta Utara sungguh mengenaskan. Bahakan, itu membuktikan pentingnya fasilitas bermain terbuka untuk anak yang aman.

"Penyelenggara negara, pebisnis dan masyarakat dalam proses pembangunan memastikan kepentingan anak harus diakomodasi. Termasuk menyediakan arena bermain yang aman dan nyaman," kata Susanto di Depok, Minggu (29/3/2015).

Terjadinya anak-anak bermain dalam mobil rongsokan itu menandakan tidak adanya fasilitas bermain, bagi anak yang nyaman dan memadai. Sehingga mereka bermain dimana saja mereka, tanpa memikirkan faktor keselamatan.

"Anak bermain di dalam mobil rongsokan, bisa jadi karena tak ada pilihan tempat bermain yang menyenangkan buat mereka," katanya.

Dia menegaskan, untuk bisa bermain di dalam mall tentunya tidak bisa diakses semua kalangan. Sehingga bagi yang memiliki keterbatasan ekonomi hanya bisa bermain di lokasi terdekat walaupn tak ada fasilitas bermain yang layak.

"Tak semua warga punya fasilitas bermain di rumah secara memadai. Faktanya, lahan banyak dialihfungsikan untuk gedung, perkantoran dan lahan bisnis," pungkasnya.

Kondisi itu, sambung dia, menyebabkan anak-anak dari keluarga yang terbatas secara finanasial memilih bermain di lokasi seadanya. Mereka terpaksa memanfaatkan fasilitas seadanya di dekat rumah.

Misalnya bermain di pemakaman, pinggir jalan raya, ruang kosong dekat listrik tegangan tinggi, rel kereta api.

"Oleh karena itu, pastikan pemerintah daerah dalam proses pembangunan menyediakan ruang bermain yang memadai untuk anak, apalagi perlindungan anak menjadi kewenangan wajib daerah. Pastikan, pembangunan daerah tak hanya berorientasi fisik dan pertumbuhan ekonomi, namun harus memikirkan hajat generasi, yang kelak akan menjadi pemimpin negeri ini," tuturnya.

Selain itu, kata dia, Pemda juga harus memastikan alokasi yang diberikan dari pusat bisa digunakan untuk penyediaan ruang bermain anak, rumah baca anak, perbaikan akses transportasi ke sekolah. Kemudian bisa juga dibangun wahana dan akses edukasi masyarakat desa terkait perlindungan anak.

"Jangan ada lagi, jembatan yang roboh, mengakibatkan kecelakaan anak sekolah," imbuhnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemkab Bangka Tengah...
Pemkab Bangka Tengah Raih Penghargaan KLA Tingkat Madya Ketiga Berturut
Rusak dan Tidak Terawat,...
Rusak dan Tidak Terawat, Inilah Kondisi Taman Bermain Khusus Anak di Tebing Tinggi
Dorong Kota Layak Anak,...
Dorong Kota Layak Anak, Pengusaha Bentuk APSAI
Luar Biasa, Kabupaten...
Luar Biasa, Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan Kota Layak Anak
Wali Kota Minta Semua...
Wali Kota Minta Semua Pihak Terlibat Wujudkan Palopo sebagai Kota Layak Anak
Gowa Raih Penghargaan...
Gowa Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tiga Tahun Berturut
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
21 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
23 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
23 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
36 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
59 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved