Harga Bawang Merah di Cimahi Naik 100%

Rabu, 25 Maret 2015 - 11:34 WIB
Harga Bawang Merah di...
Harga Bawang Merah di Cimahi Naik 100%
A A A
CIMAHI - Harga bawah merah di Kota Cimahi mengalami lonjakan signifikan dalam dua minggu terakhir. Sebelumnya, bawang merah dijual di kisaran Rp16.000 per kilogram (kg), namun kini melonjak tajam hingga Rp32.000 per kg.

“Bawang jenis Sumenep (yang biasa dijadikan bawang goreng) dan bawang biasa sudah naik (harga), naiknya ber tahap mulai dari Rp20.000, naik lagi jadi Rp25.000, sekarang sudah dua minggu harganya Rp32.000,” ungkap salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Atas Baru H Oyib, 62, yang ditemani isterinya Entin Supartini, 55, kemarin.

Pasangan suami isteri yang berjualan sejak 1987 silam itu mengatakan, kenaikan harga bawang merah berdampak pada menurunnya penjualan. Meski tidak signifikan, tetapi hal tersebut diakuinya cukup berpengaruh pada pendapatannya sehari-hari. “Pembeli yang biasa beli bawang sekilo, sekarang belinya jadi seperempat kilo,” ujar Entin. Dia menjelaskan, naiknya harga bumbu masak itu akibat kelangkaan bawang merah di Pasar Induk Caringin.

Faktor gagal panen pun, kata dia, menjadi penyebab lain kenaikan harga ini. “Kayaknya gagal panen di Brebes atau di daerah lain juga,” imbuhnya. Oyib menambahkan, faktor anomali cuaca yang kini terjadi juga berpengaruh pada naiknya harga bawang merah. Dia pun pasrah dan memaklumi lonjakan harga tersebut. “Faktor alam kan sudah bukan urusan petani, jadi kalau gagal panen bukan salah mereka (petani),” ujarnya.

Hal senada diungkapkan seorang pembeli Heri Irawan, 40. Meski mengeluh dengan naiknya harga bawang merah hingga 100%, namun dia mengaku tak mempersoalkannya. “Maklum sih kalau naik juga, gagal panen kan faktor alam. Petani juga gak bisa mengakali. Jadi saya rasa wajar,” ujar pria asal Citeureup, Kota Cimahi itu.

Pendapat berbeda dikatakan Reni, 28. Dia mengaku terbebani dengan lonjakan harga tersebut. “Harusnya pemerintah bisa melakukan hal atau antisipasi agar lonjakan harga tidak terjadi,” tegasnya. Meski begitu, dia mengaku tetap membeli bawang merah, meskipun harganya jauh lebih mahal dari biasanya. “Ya mau gimana lagi, bawang kan istilahnya sudah jadi bumbu utama masakan, paling ya dikurangin aja belinya,” pungkasnya.

Nur azis
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
1 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
2 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
4 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved