Banjir Indramayu Mulai Surut, Satu Jalur Pantura Bisa Dilalui
Selasa, 17 Maret 2015 - 07:11 WIB
Banjir Indramayu Mulai Surut, Satu Jalur Pantura Bisa Dilalui
A
A
A
BANDUNG - Banjir yang menggenangi sebagian Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sejak Senin, 16 Maret 2015, berangsur-angsur surut. Bahkan beberapa ruas jalan yang semula lumpuh kini bisa dilalui.
"Perkembangan terakhir, kemarin sekira pukul 23.30 WIB air sudah surut. Jalan pantura baru bisa digunakan hanya satu jalur saja oleh dua arah," jelas Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, dalam pesan singkat yang diterima, Selasa (17/3/2015).
Sementara, satu jalur lainnya sebagian masih tergenang air. Selain itu, sebagian jalan pun digunakan sebagai tempat pengungsian oleh warga.
"Arus lalu lintas diprioritaskan dari Cirebon menuju Jakarta. Sementara arus lalu lintas dari Jakarta menuju Cirebon yang melewati pantura dialihkan dulu melalui jalan pertigaan Widasari Jatibarang-Jalan Pantura Cirebon," bebernya.
Untuk membantu masyarakat, pihak kepolisian tetap memberikan bantuan dan pengaturan lalu lintas di setiap persimpangan jalan.
Diberitakan sebelumnya, banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Banjir dengan ketinggian 1 sampai 2 meter tersebut akibat dua tanggul Kali Cimanuk di Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya dan Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang yang meluap.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan aktivitas jalur utama pantura mengalami kelumpuhan. Arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon serta sebaliknya dialihkan menuju pusat kota Kabupaten Cirebon via Karangampel dan Kapetakan. (Baca: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Indramayu).
"Perkembangan terakhir, kemarin sekira pukul 23.30 WIB air sudah surut. Jalan pantura baru bisa digunakan hanya satu jalur saja oleh dua arah," jelas Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, dalam pesan singkat yang diterima, Selasa (17/3/2015).
Sementara, satu jalur lainnya sebagian masih tergenang air. Selain itu, sebagian jalan pun digunakan sebagai tempat pengungsian oleh warga.
"Arus lalu lintas diprioritaskan dari Cirebon menuju Jakarta. Sementara arus lalu lintas dari Jakarta menuju Cirebon yang melewati pantura dialihkan dulu melalui jalan pertigaan Widasari Jatibarang-Jalan Pantura Cirebon," bebernya.
Untuk membantu masyarakat, pihak kepolisian tetap memberikan bantuan dan pengaturan lalu lintas di setiap persimpangan jalan.
Diberitakan sebelumnya, banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Banjir dengan ketinggian 1 sampai 2 meter tersebut akibat dua tanggul Kali Cimanuk di Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya dan Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang yang meluap.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan aktivitas jalur utama pantura mengalami kelumpuhan. Arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon serta sebaliknya dialihkan menuju pusat kota Kabupaten Cirebon via Karangampel dan Kapetakan. (Baca: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Indramayu).
(zik)