Sucikan Diri Menyambut Nyepi

Senin, 16 Maret 2015 - 12:34 WIB
Sucikan Diri Menyambut...
Sucikan Diri Menyambut Nyepi
A A A
SEMARANG - Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937 yang jatuh pada Sabtu (21/3) mendatang, ribuan umat Hindu atau yang dikenal dengan sebutan warga Sedharma dari Karesidenan Semarang menggelar upacara Melasti di Pantai Marina Kota Semarang.

Rangkaian upacara Melasti yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB kemarin diawali dengan ritual pengambilan air suci dari laut oleh Pinandito atau rohaniawan umat Hindu. Pengambilan air suci diikuti dengan pelarungan Pakelem, yakni sejenis sesaji ke laut. Seperti dalam upacara Melasti sebelumnya, Pakelem yang dilarung merupakan sesaji hidup berupa seekor bebek. “Bebek merupakan simbol hewan yang memiliki akal sehat, ia dapat membedakan mana makanan dan mana kotoran. Bebek inilah yang akan mengantarkan bakti kami kepada Tuhan,” kata Pinandito, Made Sunarya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pawai upacara Melasti yang diikuti ribuan peserta dari Pati, Kendal, Demak, Purwodadi, Salatiga, Kota/Kabupaten Semarang. Peserta yang membawa beraneka ragam sesajian itu berjalan menuju lokasi bersembahyang yang telah disediakan. Dengan khidmat, para peserta upacara Melasti duduk bersimpuh di tanah untuk melakukan sembahyang. Sesekali, mereka menyembah dan menggumamkan doa-doa yang dipimpin oleh pemimpin ritual.

“Kegiatan ini merupakan upacara rutin menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Ini adalah upacara permohonan air suci ke hadapan Sang Hyang Widhi dan digunakan untuk menyucikan diri agar saat Hari Raya Nyepi tiba, kondisi raga, rohani, pikiran, serta jasmani umat menjadi suci,” kata Humas umat Hindu Semarang, Agung Darmaja. Pemilihan lokasi upacara Melasti di Pantai Marina dikarenakan laut adalah sumber air terbesar di dunia ini.

Selain itu, laut juga memiliki kehidupan yang terbanyak. “Kami umat Hindu juga berdoa semoga Sang Hyang Widhi selalu menjaga lautan ini agar tetap tenang dan memberikan manfaat bagi manusia. Kami tidak ingin lautan bergejolak dan membuat warga menderita,” paparnya. Selain upacara Melasti, pihaknya juga melakukan kegiatan lain berupa donor darah dan pembagian sembako gratis.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Ketut Artana mengatakan, perayaan Hari Raya Nyepi akan dimulai pada Jumat (20/3). Pada hari itu akan dimulai dengan kegiatan bersih-bersih alam dan melakukan berbagai persiapan. “Sabtu (21/3), baru kami akan melakukan ritual Nyepi secara bersama-sama,” kata dia.

Andika prabowo
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
PM Bangladesh Sheikh...
PM Bangladesh Sheikh Hasina Kabur ke India Usai Mengundurkan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved