Pemprov DKI Masih Mampu Jadikan Jakarta Sebagai Ibu Kota

Kamis, 12 Maret 2015 - 05:43 WIB
Pemprov DKI Masih Mampu...
Pemprov DKI Masih Mampu Jadikan Jakarta Sebagai Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menyatakan masih mampu untuk menjadikan Jakarta sebagai sebuah Ibu Kota Negara yang diidamkan. Salah satu upayanya memperbanyak transportasi publik.

Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan DKI Jakarta Sarwo Handayani mengatakan, Jakarta memang kota tua yang berusia sekitar lima abad dan baru saat ini sadar untuk membangun transportasi publik. Untuk itu, meski terbilang telat, pihaknya yakin jika Jakarta mampu mengatasi masalahnya dan menjadikan sebuah Ibu Kota Negara idaman di dunia.

"Memindahkan Ibu Kota Negara itu bukanlah suatu hal yang mudah. Membutuhkan uang yang begitu besar. Kami yakin Jakarta masih mampu mengubah diri menjadi Ibu Kota Negara yang diidamkan," kata Sarwo Handayani saat diskusi media berjudul "Bagaimana Masa Depan Kota-Kota di dunia? Apakah Membangun Kota Baru Merupakan Jawaban Bagi Tantangan Urbanisasi?" Di perpustakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu 11 Maret kemarin.

Yani menjelaskan, banyak permasalahan di kota Jakarta, mulai dari banjir, macet, pendidikan, kesehatan, kurangnya ruang terbuka hijau dan lain sebagainya. Kendati demikian, dengan segala permasalahan tersebut, dirinya yakin jika Jakarta mampu berbenah diri.

Hal itupun dibuktikanya dengan membuat transportasi massal Mas Rapid Transit (MRT), penambahan tiga koridor Bus Rapid Transit (BRT), Light Rail Transit (LRT) dan sebagainya yang disinergikan dengan pusat-pusat bisnis di Jakarta. Dengan begitu, kata Yani, pihaknya yakin jika pada 2030, kepadatan arus lalu lintas di Jakarta dapat terurai atau paling tidak bisa berjalan 35 km/jam.

Target 2030 itu pun didapatnya lantaran dalam pembangunan di Jakarta khususnya transportasi kerap terhambat oleh pembebasan lahan, biaya dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) serta peraturan yang ada. Seperti misalnya dalam pengadaan bus, banyak SDM yang menghambat pengadaan bus tersebut, salah satunya pengadaan bus pada 2013.

Membangun kota baru, lanjut Yani harus diakukan secara sinergi dengan pembangunan kota di daerah lain. Menurutnya, salah satu solusi untuk mencegah urbanisasi adalah membuka lapangan pekerjaan di daerah yang ada di Indonesia.

Hal itu pun dicerminkan dengan sulitnya mencari Pembantu Rumah Tangga (PRT). Sebab, PRT saat ini lebih memilih bekerja di pabrik-pabrik yang ada di daerahnya masing-masing."Dengan pembangunan yang dilakukan saat ini di Jakarta, kami berharap orang yang datang ke Jakarta adalah orang yang memiliki modal," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
53 menit yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
7 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
9 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
9 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
9 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
11 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved