Ini Kata KPAI Soal Keterlibatan Anak-anak di Kelompok Begal Motor

Selasa, 03 Maret 2015 - 22:26 WIB
Ini Kata KPAI Soal Keterlibatan...
Ini Kata KPAI Soal Keterlibatan Anak-anak di Kelompok Begal Motor
A A A
JAKARTA - Pelaku begal motor yang marak belakangan ini tidak hanya didominasi orang dewasa. Anak-anak di bawah usia 17 tahun pun di sejumlah daerah terlibat dalam tindak kriminalitas tersebut.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Susanto menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan anak menjadi pelaku kejahatan khususnya begal. Menurut Susanto, akhir-akhir ini kasus pembegalan makin kerap terjadi dan melibatkan anak-anak remaja.

Berdasarkan hasil kajian KPAI, lanjut Susanto, pemicu anak menjadi pelaku kasus begal bukan hanya dari faktor tunggal, namun banyak faktor. "Pertama, pengaruh dari teman-teman sebaya dan lingkungan sosial yang terbiasa melakukan kekerasan. Bahkan, dalam beberapa kasus dipicu karena iseng. Kemudian, mereka nyaman. Ada beberapa tanpa disadari itu melawan hukum. Tapi ada juga yang merasa melawan hukum, namun merasa tidak akan diproses," kata Susanto kepada Sindonews, Selasa (3/3/2015).

Faktor kedua, karena disfungsi keluarga. Anak yang lahir dari keluarga bermasalah berpotensi menimbulkan pribadi yang bermasalah. Minimal, tumbuh kembangnya kurang optimal. "Beberapa kasus yang terjadi, ternyata setelah ditelusuri, pelakunya adalah korban pola asuh. Sehingga, perkembangannya kurang optimal," ungkapnya.

Susanto menyampaikan, selanjutnya yaitu, cara berpikir instan dan labil. "Perilaku pembegalan adalah bagaimana mendapatkan sesuatu dengan cara instan. Ia ingin mendapatkan sepeda motor dengan instan," paparnya.

Kemudian, faktor akibat dari tindakan bullying. Berdasarkan hasil survei IRF tahun 2014, hampir di setiap sekolah terjadi bullying. Bahkan, di Taman Kanak-kanak pun sudah ada bibit bullying. "Sifat bullying baik psikis maupun verbal sangat mengganggu," katanya.

Faktor terakhir adalah akibat tontonan kekerasan. Karena, saat ini tontonan kekerasan sangat mudah didapatkan. Hal itu berkontribusi anak permisif dengan kekerasan.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil analisa, biasanya hasil dari tindak kejahatan yang dilakukan anak-anak remaja digunakan untuk bersenang-senang dengan teman atau pacar. "Hasil begal biasanya untuk weekend. Untuk senang-senang dengan teman, pacar. Hal ini, menunjukan masalah begal menjadi momok dan masalah serius," jelasnya.

Susanto menegaskan, permasalahan begal pada anak, tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan tunggal. Namun, perlu diselesaikan secara utuh. "Pemerintah perlu melakukan pemberdayaan keluarga bukan hanya faktor ekonomi, namun juga pengasuhan terhadap anak yang berkarakter. Karena, kasus-kasus yang ada di keluarga pada umumnya dipicu perspektif orang tua yang bias. Anak dianggap sebagai milik, sebagai invenstasi, bukan manusia yang utuh," imbuhnya.
(whb)
Berita Terkait
Curi Motor, 2 Bandit...
Curi Motor, 2 Bandit Berjimat Kebal Babak Belur Dikeroyok Massa
Ditinggal Ngetik Berita,...
Ditinggal Ngetik Berita, Motor Wartawan Digondol Maling
Hendak Jual Motor Curian,...
Hendak Jual Motor Curian, Pemuda Ini Malah Diringkus Polisi
Tim Sultan Polres Tebo...
Tim Sultan Polres Tebo Jambi Bekuk Dua Pelaku Curanmor
Viral, 2 Maling Bawa...
Viral, 2 Maling Bawa Kabur Motor Tukang Bangunan di Pademangan
Penipu dengan Modus...
Penipu dengan Modus Beli Motor, Pria Gaek Diciduk Polisi
Berita Terkini
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
16 menit yang lalu
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
1 jam yang lalu
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
7 jam yang lalu
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
9 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
10 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved