BBM Begal Motor Dipercaya, Masyarakat Belum Siap Pakai Smartphone

Senin, 02 Maret 2015 - 17:01 WIB
BBM Begal Motor Dipercaya,...
BBM Begal Motor Dipercaya, Masyarakat Belum Siap Pakai Smartphone
A A A
DEPOK - Masih banyaknya masyarakat yang percaya dengan broadcast BlackBerry Messenger (BBM) begal motor akibat belum siapnya masyarakat menggunakan smartphone.

Padahal kepolisian telah menyatakan broadcast BBM itu tidak benar alias hoax. Pengamat sosial dan budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, budaya masyarakat Indonesia masih belum siap dalam menggunakan smartphone.

Karena, tidak dibarengi dengan kesiapan masyarakatnya dalam memanfaatkan teknologi canggih. Saat ini, masyarakat hanya bisa menggunakan smartphone saja, tetapi tidak memahami maknanya.
"Mengapa? Karena masyarakat masih sangat kuat dengan budaya lisan. Mereka cepat percaya tanpa adanya kroscek terlebih dahulu. Berbeda dengan masyarakat barat yang memang sudah kuat budaya tulisnya. Mereka baru berani mengatakan kalau sudah melakukan riset atau mencari referensi," kata Devie, Senin (2/3/2015).

Menurut dia, pola yang dimiliki masyarakat saat ini masih sama. Artinya, informasi yang beredar diterima secara mentah-mentah. Jika dahulu masyarakat terbiasa berbincang secara langsung tanpa media, kini mereka berbincang melalui sosial media (sosmed).

Devie menilai, tidak ada yang salah dengan adanya sosmed. Hanya saja, perilaku masyarakat yang seakan belum mengerti mengenai sosmed. "Kalau dulu gosipnya secara lisan, sekarang pindah ke sosmed. Sosmednya tidak salah, hanya saja perilaku masyarakat saja yang belum siap," ungkapnya.

Maraknya broadcast soal begal saat ini disebabkan sifat egois manusia. Devie menjelaskan, sebagai manusia kerap ingin dianggap menjadi pahlawan ketika memberikan informasi yang dianggap penting.

"Orang tentunya akan bangga ketika informasinya itu dianggap sangat berharga oleh orang lain yang diberikan informasi, terlepas informasi itu benar atau tidak. Karena mereka lebih mementingkan kecepatan ketimbang akurasinya," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, alasan orang menyebarkan kembali informasi itu merupakan dampak dari teori timbal balik. Artinya, orang yang memberikan sesuatu atau informasi itu sebenarnya bukan dengan maksud memberi tetapi lebih pada sisi keegoisan dirinya.

"Dengan mendapat sanjungan maka si pemberi informasi itu telah merasa dirinya berguna bagi orang lain," pungkasnya.
(mhd,ars)
Berita Terkait
Curi Motor, 2 Bandit...
Curi Motor, 2 Bandit Berjimat Kebal Babak Belur Dikeroyok Massa
Ditinggal Ngetik Berita,...
Ditinggal Ngetik Berita, Motor Wartawan Digondol Maling
Hendak Jual Motor Curian,...
Hendak Jual Motor Curian, Pemuda Ini Malah Diringkus Polisi
Tim Sultan Polres Tebo...
Tim Sultan Polres Tebo Jambi Bekuk Dua Pelaku Curanmor
Viral, 2 Maling Bawa...
Viral, 2 Maling Bawa Kabur Motor Tukang Bangunan di Pademangan
Penipu dengan Modus...
Penipu dengan Modus Beli Motor, Pria Gaek Diciduk Polisi
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
10 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
10 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
11 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
11 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
13 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
13 jam yang lalu
Infografis
NATO Dinilai Belum Siap...
NATO Dinilai Belum Siap untuk Mengalahkan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved