Pipanisasi Ilegal, Dewan Tegur Pengusaha Air

Sabtu, 28 Februari 2015 - 11:12 WIB
Pipanisasi Ilegal, Dewan...
Pipanisasi Ilegal, Dewan Tegur Pengusaha Air
A A A
KUNINGAN - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan sidak lokasi pipanisasi air bersih di kawasan Talaga Nilem di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, milik perseorangan yang dianggap ilegal, kemarin.

Dalam sidak tersebut, para anggota dewan menemukan sedikitnya 20 pipa berdiameter mulai dari 2 hingga 24 inci di lokasi mata air Talaga Nilem yang masih satu kompleks dengan Talaga Remis tersebut.

Sebagian besar pipa tersebut merupakan miliki warga setempat bahkan ada juga warga Cirebon, untuk lahan usaha penjualan air bersih menggunakan tanki untuk isi ulang galon, restoran bahkan ada yang langsung ke PDAM Cirebon. Sayangnya, semua kegiatan usaha penjualan air bersih tersebut dijalankan tanpa izin resmi alias ilegal.

“Padahal, jika melihat besarnya ukuran dan jumlah pipa yang menyedot air dari Talaga Nilem ini cukup besar, bisa mencapai 100 liter/detik. Ini sangat potensial untuk pemasukan PAD Kuningan juga bagi Desa Kaduela yang memilki kawasan Talaga Nilem,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kuningan Dede Ismail kepada perwakilan pengusaha air bersih dan Kades Kaduela Yayat Suryatna yang diundang untuk hadir.

Oleh karena itu, Dede meminta kepada para pengusaha air bersih tersebut untuk menempuh legalitas usahanya yang dibuktikan dengan ke pemilikian surat izin pengambilan air bawah tanah (SIPA). Dengan dipenuhinya prosedur perizinan usaha mereka, maka akan banyak manfaat yang dapat diperoleh para pemilik usaha air bersih dapat menjalankan usahanya dengan tenang sekaligus pewarisan usaha ke depannya oleh anak-cucu mereka.

“Kami meminta kepada seluruh pemilik pipa ini untuk membuat SIPA agar usahanya bisa tetap berjalan hingga waktu yang lama dan dilanjutkan oleh keturunannya. Sedangkan kepada pihak desa diminta untuk segera membuat peraturan desa (perdes) yang mengatur bisnis air bersih ini sehingga dapat memberikan kontribusi untuk kas desa juga,” ujar Dede.

Dede juga meminta kepada instansi terkait untuk kedepannya lebih mengawasi kegiatan usaha pemanfaatan air bersih di Talaga Nilem tersebut menjadi lebih ketat. Salah satunya bisa dengan cara pemasangan water meter pada pipa di hulu sehingga dapat terpantau berapa besar debit air yang keluar dan besaran pendapatannya.

Salah seorang pemilik pipa Fahmi mengaku, mengakui usahanya selama ini tidak mengantongi izin usaha yang dimaksud. Dia menyatakan siap memenuhi aturan yang ada demi kelancaran usahanya ke depan. Sementara itu Kades Kaduela Yayat Suryatna menyatakan, apresiasi atas upaya anggota DPRD Kuningan meluruskan persoalan pipanisasi air bersih di Talaga Nilem yang selama ini terabaikan.

“Selama ini kami merasa kecolongan karena mengira air tersebut hanya dialirkan untuk kebutuhan usaha dalam kapasitas kecil. Namun kenyataannya operasional mereka sampai ke Cirebon dalam jumlah cukup banyak. Kami mendukung upaya penertiban tersebut sehingga dari potensi air ini bisa memberikan masukan pada pendapatan desa,” ujar Yayat.

Mohamad taufik
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
27 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
44 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
52 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved