Aksi Jual Dolar Meningkat

Rabu, 25 Februari 2015 - 11:57 WIB
Aksi Jual Dolar Meningkat
Aksi Jual Dolar Meningkat
A A A
PALEMBANG - Posisi dolar AS terhadap nilai tukar rupiah yang terus menguat dan menyentuh Rp12.933 per dolar kemarin membuat aksi jual dolar meningkat tajam. Manajer Pemasaran La Tunrung Star Group, Chika Mardiana menyebutkan, harga jual dolar dipatok Rp12.850 per USD1 dan harga beli Rp12.760.

Angka ini mengikuti kurs dalam dua hari terakhir yang tercatat naik 200 poin dari bulan kemarin. “Banyak yang jual dolar sejak kemarin. Rp12.850 ini termasuk angka tertinggi untuk bulan ini,” sebut Chika di money chang er yang berlokasi di Simpang Patal tersebut. Diakuinya, dengan banyaknya aksi jual dolar ini pihaknya turut mendapatkan laba sekitar 20-30%. Namun menurutnya, secara tren awal tahun kebutuhan dolar memang tidak besar dibandingkan akhir tahun.

Kecuali bagi mereka yang memang berinvestasi dan berbisnis dengan mata uang tersebut. “Nasabah bisnis tentu menunggu harga terus naik tinggi seperti ini. Berbeda kalau mereka yang butuh tukar uang untuk berlibur ke luar negeri di musim libur akhir tahun kemarin, di kondisi harga bagaimana pun pasti datang ke kami,” jelas dia.

Penukaran dolar AS diakui memang lebih dominan di bandingkan mata uang lain. Selain dolar AS, dolar Singapura, diikuti pula real. Menurut Chika, permintaan real tetap bagus untuk kebutuhan ibadah umrah. “Permintaan semua mata uang biasanya bernilai ratusan juta rupiah dengan pecahan mulai USD1 hingga USD100,” sebut dia. Pihaknya tidak bisa memprediksi kedepan apakah dolar akan terus naik ke angka Rp13.000 atau justru bertahan.

Tapi dimungkinkan harga akan berubah kembali. “Tidak menentu, kami juga tidak bisa menghitung kurs. Biasanya harga terus berubah seiring permintaan,” terang Chika. Ditemui di La Tunrung Simpang Patal, salah seorang pengusaha bakery yang enggan di sebutkan namanya mengaku memanfaatkan menguatnya dolar kali ini. Sebab dengan melepas dolarnya dia bisa mendapatkan untung lebih.

“Sebenarnya saya tidak terlalu memperhatikan posisi nilai dolar terhadap rupiah. Namun begitu, saya tetap sering ke money changer karena terkadang uang yang dibayarkan customer menggunakan dolar untuk transaksi. Beruntungnya posisi sekarang sedang tinggi,” bebernya.

Yulia savitri
(bhr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
9 menit yang lalu
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
21 menit yang lalu
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
1 jam yang lalu
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
2 jam yang lalu
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
3 jam yang lalu
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
3 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved