Ini Penjelasan Ahok Soal Temuan Anggaran Siluman Rp12,1 Triliun

Rabu, 25 Februari 2015 - 09:51 WIB
Ini Penjelasan Ahok...
Ini Penjelasan Ahok Soal Temuan Anggaran Siluman Rp12,1 Triliun
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya membeberkan perjalanan panjang APBD yang disinyalir ada anggaran siluman sebesar Rp12,1 triliun.

Menurut Ahok, ditemukan belasan triliun itu saat paripurna pengesahan 27 Januari 2015 disahkan. Saat paripurna pengesahan, legislatif dalam hal ini DPRD DKI tidak menyerahkan berkas print-out APBD yang sudah disahkan tersebut.

"Kamu lihat enggak DPRD kasih APBD pengesahan kemarin bundel-bundel (tebal), enggak ada. Maka saya heran masa paripurna enggak ada berkas yang di-print out keluar. Mereka bilang gampang-gampang," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2015).

Setelah paripurna pengesahan, DKI langsung mengirimkan hasil APBD yang menurut mereka sudah dibahas dan sudah masuk dalam sistem e-budgeting. Tiba-tiba, lanjut Ahok, 3 hari kemudian datanglah APBD yang diberikan kepada DPRD DKI yang menurut mereka sesuai dengan pembahasan dan seharusnya diberikan kepada Kemendagri.

"Ya setelah paripurna, pengesahan tiga hari mereka sibuk crop tengah malam. Kan kita punya intel nih, masukin excel potong 10-15%. Masukin duit versi dia, tanda tangan terus print out kirim ke saya. Dia ingin ini yang saya pakai kirim ke Kemendagri. Yang saya kirim yang sudah disahkan di paripurna bukan versi mereka. Kalau enggak mau begitu buat apa ada paripurna? Begitu ketok palu langsung kita kirim ke Kemendagri," jelas Ahok.

Namun ternyata Ahok mengatakan APBD yang dikirimkan kepada Kemendagri dikembalikan untuk dilengkapi dengan empat catatan. Namun DPRD menilai dikembalikannya APBD itu karena APBD bukanlah yang mereka sahkan saat paripurna.

Sebelum dikembalikan dengan mengembalikan empat catatan tersebut, Ahok meminta bawahannya untuk mencocokkan apa yang membedakan. Ternyata ada anggaran Rp12,1 triliun yang didapatkan dari potongan 10-15% dari program unggulan dan dimasukkan anggaran belasan triliun untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi eksekutif.

Satu hal yaitu pembelian perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk seluruh kantor kecamatan dan kelurahan di Jakarta Barat. Perangkat itu berfungsi sebagai penyedia listrik cadangan atau tambahan pada bagian tertentu, seperti komputer, data center, atau bagian lain yang penting untuk mendapat asupan listrik secara terus menerus pada waktu tertentu.

Saat coba diminta keterangan kepada bawahannya itu, Ahok mendapatkan tidak ada camat maupun lurah yang merasa pernah mengajukan penganggaran pembelian UPS."Saya tanya sama lurah, apa betul anda mau membeli UPS seharga Rp4,2 miliar tiap unitnya? Mereka jawab tidak pernah memasukkan barang itu. Berarti kan barang yang ditemukan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dua tahun lalu ini kan benar ada anggaran siluman yang tiba-tiba muncul‎. Masuk akal enggak beli UPS Rp4,2 miliar biar komputer stabil kalau listrik mati? Itu kan gila banget," ujar Ahok .

Ahok dengan nada ketus mengungkapkan lebih baik dirinya diturunkan menjadi Gubernur DKI Jakarta daripada ada anggaran yang tidak masuk akal."Saya sudah putusin lebih baik diturunkan dari gubernur daripada Rp12,1 triliun dipakai buat belanja yang nggak masuk akal," tukasnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
9 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
9 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
10 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
11 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
11 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
14 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved