Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Pasar Pegandon Kendal
Senin, 23 Februari 2015 - 14:19 WIB
Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Pasar Pegandon Kendal
A
A
A
KENDAL - Keluhkan bau busuk sampah, puluhan warga dan pedagang Pasar Pegandon, Kendal, Jawa Tengah, memprotes pengelola pasar. Warga menilai pihak pengelola Pasar Pegandon sengaja menumpuk sampah di belakang pasar hingga berhari-hari dan menimbulkan bau busuk.
Awalnya, aksi protes warga Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kendal, Jawa Tengah, Senin (23/2/2015) siang berlangsung damai. Aksi berubah panas saat warga yang hendak menemui kepala pasar dihalang-halangi petugas.
Sempat terjadi adu mulut dan aksi saling dorong. Warga tetap merangsek mencari Kepala Pasar Pegandon.
Kecewa tidak ditemui Kepala Pasar yang terkesan menghindar, warga kemudian membawa gerobak berisi penuh sampah ke depan Kantor Pasar Pegandon. Warga kembali meneriakkan tuntutan dan menggelar poster tuntutan.
Menurut Koordinator Forum Pemuda Pemudi Belakang Pasar (FPP Belpas)Pegandon Rasto, pihak pasar tidak ada itikad baik untuk membersihkan sampah, khususnya di belakang Pasar Pegandon.
Menurutnya, sampah dibiarkan menumpuk hingga berminggu-minggu sehingga menimbulkan bau busuk. Warga khawatir tumpukan sampah yang bau dan kotor ini menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diare, TBC, hingga gangguan pernapasan.
Sementara, warga sekitar Pasar Pegandon, Akhirudin, juga meminta agar pengelola pasar segera membersihkan sampah yang sudah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
Setelah bernegosiasi, pihak pengelola pasar akhirnya bersedia menandatangani kesepakatan bahwa sampah tidak lagi dibuang di belakang pasar dan akan diangkut dua hari sekali.
Awalnya, aksi protes warga Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kendal, Jawa Tengah, Senin (23/2/2015) siang berlangsung damai. Aksi berubah panas saat warga yang hendak menemui kepala pasar dihalang-halangi petugas.
Sempat terjadi adu mulut dan aksi saling dorong. Warga tetap merangsek mencari Kepala Pasar Pegandon.
Kecewa tidak ditemui Kepala Pasar yang terkesan menghindar, warga kemudian membawa gerobak berisi penuh sampah ke depan Kantor Pasar Pegandon. Warga kembali meneriakkan tuntutan dan menggelar poster tuntutan.
Menurut Koordinator Forum Pemuda Pemudi Belakang Pasar (FPP Belpas)Pegandon Rasto, pihak pasar tidak ada itikad baik untuk membersihkan sampah, khususnya di belakang Pasar Pegandon.
Menurutnya, sampah dibiarkan menumpuk hingga berminggu-minggu sehingga menimbulkan bau busuk. Warga khawatir tumpukan sampah yang bau dan kotor ini menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diare, TBC, hingga gangguan pernapasan.
Sementara, warga sekitar Pasar Pegandon, Akhirudin, juga meminta agar pengelola pasar segera membersihkan sampah yang sudah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
Setelah bernegosiasi, pihak pengelola pasar akhirnya bersedia menandatangani kesepakatan bahwa sampah tidak lagi dibuang di belakang pasar dan akan diangkut dua hari sekali.
(zik)