18 Klub ISL Tolak Keputusan Menpora

Sabtu, 21 Februari 2015 - 10:25 WIB
18 Klub ISL Tolak Keputusan...
18 Klub ISL Tolak Keputusan Menpora
A A A
BANDUNG - Perwakilan 18 klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015 secara tegas menolak keputusan Badan Olah Raga Profesional Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menunda pelaksanaan kompetisi.

Pernyataan tersebut merupakan hasil dari pertemuan deklarasi Bandung di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jalan Gatot Subroto, kemarin. Sejumlah poin penting dihasilkan dalam dek larasi tersebut klub menolak keputusan Menpora lewat BOPI yang menunda kick-off ISL 2015. Dasarnya adalah surat FIFA yang melarang proses verifikasi dilakukan lembaga di luar PSSI dan PT Liga Indonesia.

Selain itu, klub-klub dan PT Liga sepakat menyusun jadwal baru untuk kompetisi ISL 2015, dan menyusun program masa transisi hingga kick-off ISL berjalan serta mengambil keputusan strategis untuk melindungi bisnis klub. Dalam deklarasi tersebut, mereka juga memohon ke pada Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk dapat mendukung kompetisi supaya bergulir.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menilai, kick-off ISL 2015 seharusnya tidak mungkin ditunda hingga dua pekan ke depan. Sejatinya, kick-off ISL di gelar kemarin yang mempertemukan Persib melawan Persipura di Stadion si Jalak Harupat. “Saya rasa sulit digelar setelah dua minggu karena pada bulan Maret banyak agenda nasional,” kata Joko dalam acara konferensi pers di Lapangan Progresif, Jalan Soekarno- Hatta, Kota Bandung.

Apalagi kata dia, bukan perkara mudah menyusun kembali jadwal pertandingan yang sebelumnya telah ditetapkan. Karena itu, jika harus dijadwal ulang kick-off ISL kemungkinan baru bisa digelar April. “Prediksi harus menyusun jadwal liga tidak bisa dalam waktu cepat. Rasionalnya kick-off bisa digelar 4-5 April,” katanya.

Untuk mengisi kekosongan selama satu bulan penuh, dirinya mulai mempertimbangkan di gelarnya kompetisi bagi klub-klub peserta ISL. “Akan kami pikirkan lagi apakah ada turnamen Inter Island Cup jilid dua atau preseason lain seperti Piala Indonesia,” tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI ini mengatakan, bahwa keputusan Menpora dan BOPI merupakan intervensi dari pihak ketiga. Hal itu sebelumnya telah dinyatakan oleh FIFA yang menilai hal itu tak seharusnya terjadi. “Keputusan itu dikategorikan sebagai intervensi dan influens pihak ketiga. Karena FIFA akan teruskan badan seperti, komite emergency dan lain nya untuk mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan,” katanya.

Joko menuturkan, menurut FIFA seharusnya PSSI mampu menyelesaikan masalah internal secara independen tanpa ada intervensi dari pihak luar. Oleh karena itu, Joko menyayangkan adanya keputusan Menpora yang berdampak buruk terhadap klub-klub di ISL.

“FIFA mengatakan, pembinaan harus continue, selalu mengingatkan, agar bisa mengatur masalah internal PSSI secara indepeden dan tidak ada influens. Ini statuta FIFA yang harus dipegang kukuh anggotanya. Keputusan Men pora, makanya FIFA mengatakan ini tidak boleh terjadi,” jelasnya.

PT Liga sendiri telah melayangkan surat kepada BOPI untuk kembali melakukan koordinasi sebelum keputusan rapat FIFA di Zurrich, Swiss, pada 23 Februari 2015. “Kita surati BOPI agar update terkait masalah ini tanggal 23 (Februari) jam 10.00 WIB. Kami bicarakan ini meskipun sampai sore, karena di Zurich beda enam jam dengan di sini dan saya tidak bisa berspekulasi,” ucap nya.

Hal senada diungkapkan Manajer Persija Jakarta Ferry Paulus. Pihaknya mengatakan, deklarasi yang dilakukan sangat tepat dan merujuk pada aturan FIFA. “Saya pikir simpel, dan menjadwal ulang daripada harus menunda. Tapi yang paling penting kita patut tunduk ke PT Liga dan PSSI,” kata Ferry.

Sementara itu Persib yang di wakili Manajer Umuh Muchtar mengatakan, kick-off ISL 2015 harus segera digelar. Apalagi FIFA mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. “Kalau di-banned siapa yang rugi? Yang rugi seluruh Indonesia, bukan Persib saja. Masyarakat pecinta bola yang biasa menonton sepak bola juga rugi. Jadi tidak akan menikmati lagi sepak bola. Ini kan hiburan masyarakat bangsa Indonesia,” pungkas Umuh.


Muhammad ginanjar
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
8 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved