PWPM DIY Deklarasi Gerakan Jamaah Lawan Korupsi

Jum'at, 20 Februari 2015 - 09:55 WIB
PWPM DIY Deklarasi Gerakan...
PWPM DIY Deklarasi Gerakan Jamaah Lawan Korupsi
A A A
YOGYAKARTA - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY mendeklarasikan Gerakan Jamaah Lawan Korupsi di Gedung Muhammadiyah Gedongkuning, kemarin pagi.

Deklarasi dilakukan usai pelantikan PWPM DIY periode 2014 – 2018. Ketua PWPM DIY Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan pelantikan pengurus baru menjadi momentum yang baik untuk menjadi bagian dari jamaah lawan korupsi. Deklarasi ini merupakan bagian dari usaha mendukung siapa pun baik dalam memberantas korupsi.

Dalam praktiknya gerakan ini diimplementasikan dengan menggandeng kampus yang bersedia mendirikan Madrasah Anti-Korupsi. Program yang ingin disasar dari madrasah ini adalah membuat generasi muda di tingkat wilayah menjadi pribadi yang paham lika-liku dan prosedur penanganan korupsi.

“Mereka nanti akan mendapat pemahaman atau bimbingan baik dari pengurus pusat maupun lembaga lain yang sudah bekerja sama, seperi Indonesia Corruption Watch (ICW) dan KPK,” papar Iwan, kemarin. Pada deklarasi itu, PWPM DIY juga mengeluarkan beberapa pernyataan sikap terkait pemberantasan korupsi.

Pernyataan sikap tersebut yaitu, berharap pemberantasan korupsi tetap menjadi fokus pemerintah serta aparat penegak hukum dalam mewujudkan bangsa yang adil dan sejahtera. PWPM DIY juga meminta seluruh lembaga penegak hukum yang menangani korupsi baik kepolisian, KPK, kejaksaan, maupun pengadilan agar bersikap independen dan tidak saling sandera antar lembaga.

PWPM menilai pemulihan situasi yang dilakukan dengan memilih Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri baru merupakan langkah tepat. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pemuda Muhammadiyah memastikan akan selalu berada di belakang KPK.

Untuk pemberantasan korupsi, mereka harus berpihak dan tidak berada di area abu-abu. “Ketika keputusan ini diambil, memang banyak sekali pandangan dan komentar yang nyinyir. Tapi untuk pemberantasan korupsi, kita harus berpihak. KPK bukan dewa, tapi itu adalah simbol pemberantasan korupsi yang menggerogoti negara ini,” tandasnya.

Sodik
(bhr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
54 menit yang lalu
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
4 jam yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
14 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
14 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
15 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
16 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved