Pelat Merah Bekasi Akan Isi Bahan Bakar Minyak Elektronik

Jum'at, 20 Februari 2015 - 06:29 WIB
Pelat Merah Bekasi Akan...
Pelat Merah Bekasi Akan Isi Bahan Bakar Minyak Elektronik
A A A
JAKARTA - Pemkot Bekasi berencana menerapkan sistem pengisian bahan bakar minyak (BBM) elektronik bagi kendaraan operasional dan truk sampah. Sistem itu diberlakukan untuk mengantisipasi kecurangan oleh sopir truk sampah setiap mengisi BBM.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, hasil audit ditemukan indikasi penyelewengan penggunaan dana operasional truk sampah. Oknum sopir sengaja mencari keuntungan ketika mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum.”Modusnya untuk uang rokok dan makan,” katanya kepada wartawan Kamis 19 Februari kemarin.

Namun Ketua Partai Golkar Bekasi tak menyebut nilai kerugian akibat kecurangan tersebut. Rahmat Effendi menuturkan, jika kecurangan itu terus dibiarkan, maka dikhawatirkan menjerumus pada tindak pidana.Karena itu, untuk mengantisipasinya akan diberlakukan kartu elektronik (cashless) di setiap kendaraan truk sampah.

Kebijakan itu, lanjut dia, tentunya akan dibarengi dengan pemberian kesejahteraan para awak truk sampah di Kota Bekasi. Tahun ini, awak truk sampah mendapatkan gaji sebesar Rp1,5 juta per bulan. Gaji pegawai harian lepas itu naik Rp500.000 dari tahun sebelumnya Rp1 juta per bulan.

Selain armada sampah, lanjut dia, sistem itu akan diterapkan kepada seluruh kendaraan operasional pegawai Kota Bekasi. Pemerintah kerjasama dengan PT Pertamina Retail.”Untuk truk sampah secepatnya menggunakan cashless, kalau pegawai diupayakan mulai bulan depan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi Abdillah, menambahkan, anggaran pembelian BBM truk sampah mencapai Rp12 miliar setahun untuk 190 unit. Menurutnya, satu unit truk sampah diberikan dana operasional sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, zona angkut terdekat diberikan jatah sebanyak 19 liter per hari.

Direktur Utama PT Pertamina Retail,Toharso menjelaskan cara kerja dari cashless nanti adalah dengan menempelkan kartu di badan truk sampah. Ketika akan mengisi BBM, petugas SPBU cukup melakukan scan kartu.”Data pengisian akan tercatat, dan setiap bulan laporannya akan kami kirim,” ungkapnya.

Toharso menjelaskan, sistem pengisian secara elektronik tersebut, merupakan sistem pascabayar. Saat ini tercatat ada 300 korporasi dan lembaga yang menerapkan sistem cashless. Keuntungannya berupa kuasa kontrol, untuk menghindari penyalahgunaan anggaran operasional.
(whb)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Begini Penampakan Gepokan...
Begini Penampakan Gepokan Uang Rp5 Miliar dari OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
7 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
7 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved