Motif Belum Jelas, Berkas Christoper si Sopir Maut Segera Dilimpahkan
Selasa, 17 Februari 2015 - 17:13 WIB
Motif Belum Jelas, Berkas Christoper si Sopir Maut Segera Dilimpahkan
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Polres Jakarta Selatan akan melimpahkan berkas Christopher Daniel Sjarief ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan pekan depan. Meskipun hingga kini penyidik belum dapat memastikan motif Christopher mengambil alih paksa mobil Outlander maut tersebut.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, setelah hasil dari pemeriksaan tim ahli Mitsubishi dimasukkan dalam pemberkasan, dalam waktu dekat penyidik secepatnya menyelesaikan pemberkasan tersebut. "Mudah-mudahan pekan depan berkas tersangka kita serah ke Kejari Jakarta Selatan," kata Wahyu Hadingrat di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2015).
Wahyu menuturkan, hingga kini penyidik belum dapat memastikan motif tersangka mengambil alih kemudi dari Sandi. "Christopher marah saat menerima telepon dari Huesin majikan majikan Sandi. Mengapa dia marah sampai saat ini Christoper tidak mau menceritakan. Itu tidak jadi masalah karena fakta dilapangan dia yang membawa mobil hingga menewaskan empat orang," tuturnya.
Kasubdit BinGakum Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono menambahkan, untuk motif masih belum diketahui mengingat Christoper selalu berkelit ketika ditanya. "Namun, kita tetap menuntut dia dengan pasal berat karena terbukti dia menabrakan dengan sengaja. Padahal, saat pertama kali dia menabrak mestinya berhenti namun dia terus melajukan kendaraannya hingga terhenti karena menabrak mobil lainnya," jelasnya.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, setelah hasil dari pemeriksaan tim ahli Mitsubishi dimasukkan dalam pemberkasan, dalam waktu dekat penyidik secepatnya menyelesaikan pemberkasan tersebut. "Mudah-mudahan pekan depan berkas tersangka kita serah ke Kejari Jakarta Selatan," kata Wahyu Hadingrat di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2015).
Wahyu menuturkan, hingga kini penyidik belum dapat memastikan motif tersangka mengambil alih kemudi dari Sandi. "Christopher marah saat menerima telepon dari Huesin majikan majikan Sandi. Mengapa dia marah sampai saat ini Christoper tidak mau menceritakan. Itu tidak jadi masalah karena fakta dilapangan dia yang membawa mobil hingga menewaskan empat orang," tuturnya.
Kasubdit BinGakum Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono menambahkan, untuk motif masih belum diketahui mengingat Christoper selalu berkelit ketika ditanya. "Namun, kita tetap menuntut dia dengan pasal berat karena terbukti dia menabrakan dengan sengaja. Padahal, saat pertama kali dia menabrak mestinya berhenti namun dia terus melajukan kendaraannya hingga terhenti karena menabrak mobil lainnya," jelasnya.
(whb)