Sebulan Sekali PNS Jateng Berpakaian Adat

Selasa, 17 Februari 2015 - 11:23 WIB
Sebulan Sekali PNS Jateng...
Sebulan Sekali PNS Jateng Berpakaian Adat
A A A
SEMARANG - Pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengenakan berbagai pakaian adat Jateng pada apel pagi hari kemarin.

Upacara itu juga menggunakan bahasa Jawa. Namun, kebijakan pemakaian busana adat itu tetap akan dievaluasi. Dalam apel tersebut, ratarata pejabat eselon II mengenakan pakaian beskap, sementara eselon di bawahnya mengenakan baju lurik. Usai pelaksanaan apel pagi dan sebelum melanjutkan aktivitas sebagai abdi negara, PNS menyempatkan diri berfoto dengan sejumlah rekan kerja dengan mengenakan berbagai jenis pakaian tradisional Jawa.

Seorang staf Setda Pemprov Jateng Mei Kristianti mengaku tidak merasa repot mengenakan busana jenis kebaya karena dia memilih pakaian yang sederhana. ”Karena yang saya pakai itu simpel, jadi tidak repot,” kata dia di Semarang kemarin. Karena tidak di keraton, lanjut dia, rambutnya juga tidak perlu disanggul dan tidak merias diri di salon. ”Persiapan seperti biasa-biasa saja, hanya pakaiannya saja yang beda. Jadi, saya mendukung kebijakan itu karena ini untuk melestarikan budaya,” ungkapnya.

Kabag Humas Sekretariat DPRD Jateng Rani Ratnaningdyah menyatakan hal sama. Sebelumnya dia mengaku berpikir akan kerepotan dengan mengenakan pakaian adat. ”Ternyata setelah dijalani, ya asyik-asyik saja. Hanya, pegawai yang mengendarai sepeda motor harus pakai celana dulu dari rumah, baru ganti dengan kebaya sesampai di kantor. Saya pikir, itu tidak apa-apa, bahkan terasa indah,” imbuh Rani.

Meski dirasakan nyaman oleh para PNS di lingkungan Pemprov Jateng, Sekretaris Provinsi Jateng Sri Puryono tetap akan meminta masukan dari kalangan ahli, mulai dari perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan Dewan Kesenian terkait kebijakan berbusana adat itu. Dia tak ingin PNS asal mengenakan pakaian adat tanpa mengetahui pakem kelengkapannya.

”Kami akan meminta masukan ahli, tentang busana adat. Baju adat Solo seperti apa, Mataraman, Semarangan, Banyumasan, dan Samin seperti apa,” sebutnya. Menurut Puryono, setiap kelengkapan busana adat ada maknanya. Modifikasi pakaian dipersilakan agar lebih fleksibel, namun tidak boleh kebablasan. Misalnya pemberian resleting pada jarit. ”Pakaian jangan asal nempel karena ada maknanya,” kata dia.

Puryono menjelaskan, pemakaian busana adat ini juga sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Budaya Jawa. Penggunaan pakaian adat adalah langkah nyata kedua setelah penggunaan bahasa Jawa tiap Kamis. ”Pertama adalah bahasa, kedua busana, dan harapannya akan merembet pada perilaku. Sopan santun dan tutur kata selalu terjaga. Kinerja juga harus terus membaik,” lanjutnya.

Ke depan kebijakan ini akan diterapkan ke seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Jateng. Sesuai rencana, kebijakan pemakaian busana adat Jateng ini akan terus dilakukan setiap tanggal 15. ”Namun, karena 15 Februari 2015 jatuh pada Minggu, pelaksanaan kebijakan mengenakan pakaian tradisional Jawa itu diundur pada Senin (16/2),” katanya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro mengaku sepakat bila kebijakan pemakaian baju adat itu dievaluasi. Praktiknya pemakaian baju adat itu banyak yang tidak sesuai pakem.

Amin fauzi
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
20 menit yang lalu
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
2 jam yang lalu
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
13 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
13 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
13 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
14 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved