Pemerintah Tetap Dukung Mobil Esemka

Sabtu, 14 Februari 2015 - 11:43 WIB
Pemerintah Tetap Dukung...
Pemerintah Tetap Dukung Mobil Esemka
A A A
SOLO - Pemerintah tetap mendukung pengembangan mobil Esemka agar bisa terus tumbuh dan memiliki daya saing. Saat ini fokus dukungan pada aspek permodalan.

Menteri Perindustrian Saleh Husein menegaskan tugas pemerintah memang memberikan dukungan kepada para perusahaanperusahaan dalam negeri. Menurutnya, perusahaan dalam negeri harus berkembang dan memiliki daya saing untuk bertarung dalam pasar global. Produksi mobil Esemka, salah satunya. Saleh mengatakan model dukungan tersebut paling tidak mencarikan sumber permodalan untuk pengembangan Esemka.

Pasalnya, untuk pengembangan industri di bidang automotif memang perlu permodalan yang besar. “Industri otomotif itu memang harus padat modal, jadi harus dicarikan sumber dana dari pihak lain,” ucapnya saat kunjungan ke Pabrik Esemka di Solo Techno Park (STP), Solo kemarin. Selama di STP, Saleh juga menyaksikan berbagai pelatihan di sana, di antaranya pengelasan bawah air.

Meski demikian, pemerintah belum berencana membawa Esemka menjadi proyek mobil nasional (mobnas). Dia juga menegaskan saat ini belum ada proyek mobnas apa pun. Yang menjadi konsentrasi pemerintah saat ini adalah mendorong agar Esemka segera mendapatkan modal. Hal itu penting untuk biaya produksi komponen.

Jika nanti komponen bisa diproduksi sendiri di dalam negeri dengan harga yang murah, maka nantinya mobil itu bisa berkembang dan bisa lebih murah. “Untuk mobnas belum ada rencana. Kalau kemarin ada kerja sama dari Proton Malaysia dan Adiperkasa Citra Lestari itu murni kerja sama swasta, tidak ada hubungannya dengan pemerintah,” ucapnya.

Terkait kerja sama Proton Malaysia telah membuat kecewa FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Solo sekaligus pihak yang getol memperjuangkan Esemka sebagai mobil nasional. Pria yang akrab disapa Rudy itu mengatakan perjuangan Esemka sangat luar biasa dan dilakukan dengan kerja keras dari semua lini.

Mulai desain, mesin, hingga perakitan dilakukan secara susah payah oleh anak-anak pelajar sekolah menengah kejuruan di Indonesia. Perjuangan tak kalah berat adalah untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan emisi. Dia meminta pemerintah mengembangkan proyek mobil ini untuk keperluan mobil nasional. Bukan malah menunjuk perusahaan swasta untuk bekerja sama dengan pabrikan mobil asal negeri jiran itu.

Arief Setiadi
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved