Gedung Pusat Promosi Dibiarkan Nganggur

Jum'at, 13 Februari 2015 - 11:57 WIB
Gedung Pusat Promosi...
Gedung Pusat Promosi Dibiarkan Nganggur
A A A
SUKOHARJO - Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) masih dianggurkan sampai sekarang. Belum ada tanda-tanda gedung akan difungsikan karena hingga kini peraturan bupati (perbub) yang dijadikan landasan operasional tak kunjung terbit.

Padahal sudah ada lebih dari 100 orang yang mendaftar untuk bisa membuka usaha di tempat tersebut. “Jumlah pendaftar sudah cukup banyak. Karena belum ada kejelasan kapan akan dioperasikan, untuk sementara kami hanya bisa menampung para pendaftar,” ujar Kabid Perdagangan Disperindag Sukoharjo Bambang Sri Setiyono kemarin.

Kendati demikian, kata dia, Disperindag terus melakukan persiapan untuk pengoperasian. Bambang mengaku Perbup akan menjadi dasar hukum pengoperasian GP3D. Nantinya pengelolaan GP3D akan dilepas dari Disperindag seiring rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola GP3D. “Selain Perbup, kami juga masih menunggu petunjuk pelaksana penggunaan GP3D itu sendiri,” ujarnya.

Hingga saat ini total warga yangberminat untukmenempati GP3D sebanyak 101 orang. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang pelaku usaha. Jumlah tersebut sangat banyak dibanding tempat yang tersedia, yakni 64 unit terdiri dari 36 kios dan 28 unit untuk kuliner. Soal penentuan siapa pendaftar yang akhirnya akan dipilih, Disperindag tidak bisa berbuat banyak.

Sebab keputusan sepenuhnya masih menunggu kebijakan Bupati. Apakah nanti akan dilakukan pengundian untuk menentukan calon penghuni atau yang lainnya. Yang jelas, dari 101 pendaftar tersebut, akan dilakukan seleksi terlebih dahulu agar sesuai dengan fungsi GP3D. “Kalau sesuai namanya, yang bisa menempati GP3D adalah yang memiliki produk-produk yang merupakan potensi daerah. Begitu juga untuk kuliner, seharusnya juga kuliner khas Sukoharjo,” paparnya.

Salah satu pendaftar Joko Cahyono mengatakan, dia mendaftar ke Disperindag dengan menyerahkan fotokopi KTP saja. Pendaftaran itu sudah dilakukan akhir tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari Disperindag. “Belum ada pemberitahuan apapun dari Disperindag terkait kapan penempatan GP3D. Padahal, saya mendaftar sudah cukup lama,” katanya.

Joko mengaku berminat menempati GP3D untuk berjualan buku dan majalah. Hanya saja, dia belum tahu apakah jenis dagangannya tersebut memenuhi kriteria GP3D atau tidak. Untuk itu, dia berharap segera ada kejelasan dari Disperindag terkait pengoperasian gedung tersebut.

Sumarno
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
8 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved