Pemkab Bangkalan Tetapkan Status KLB DBD

Minggu, 08 Februari 2015 - 11:54 WIB
Pemkab Bangkalan Tetapkan...
Pemkab Bangkalan Tetapkan Status KLB DBD
A A A
BANGKALAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terus menunjukkan peningkatan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus DBD.

Sesuai data yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, pada Januari 2015 tercatat 277 kasus DBD. Angka tersebut meningkat delapan kali lipat dibandingkan dengan Januari 2014. Saat itu, hanya ada 35 kasus DBD.

"Kasus DBD kami tetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB di sini," terang Kepala Dinkes Kabupaten Bangkalan dr Nur Aida Rachmawati, Minggu (8/2/2015).

Menurut Aida, sapaan akrab Kadinkes, penetapkan status KLB dalam kasus DBD berawal dari hadirnya Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Moh Shubuh di Bangkalan. Dia (Dirjen) menyebutkan jumlah kasus dua kali lipat pada periode yang sama, berarti sudah masuk KLB.

"Sedangkan jumlah kasus DBD di sini Januari 2014 ada 35 kasus, pada bulan yang sama tahun 2015 sebanyak 277 kasus atau delapan kalinya," ucap Mantan Kepala Puskesmas Klampis tersebut.

Lebih lanjut Aida mengatakan, hasil survei Tim Kemenkes RI dan Dinkes Provinsi Jawa Timur pada salah satu desa di Kecamatan Tanah Merah menunjukkan angka bebas jentiknya hanya 33 persen. Artinya, pada 33 persen rumah tersebut tidak ditemukan jentik-jentik.

Sementara, 67 persennya ditemukan jentik-jentik yang merupakan sumber penularan DBD. Sebagian besar jentik nyamuk tersebut ditemukan di tempat-tempat penampungan air hujan berupa drum atau ember, yang biasanya digunakan untuk air minum sapi.

"Kalau ingin menghentikan atau mengurangi jumlah kasus DBD, tidak ada kata lain kecuali dengan memutus rantai penularan. Satu-satunya cara dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang komprehensif."

Aida menambahkan, Dirjen juga menyarankan supaya Pemkab Bangkalan mengadakan apel akbar seluruh komponen masyarakat, untuk bersama-sama secara massif melakukan PSN serta menyebarluaskan imbauan PSN melalui masjid-masjid.

Misal sebelum Salat Jumat disampaikan imbauan untuk meneliti halaman rumahnya masing-masing, apakah ada drum, ember, tempurung kelapa, atau gelas bekas air mineral yang menjadi sarang jentik.

Selain itu, melakukan Gerakan 3M yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas.
(zik)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Indonesia Negara dengan...
Indonesia Negara dengan Kasus DBD Tertinggi di Dunia
Berita Terkini
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
54 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
1 jam yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
1 jam yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Infografis
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Tetapkan Cuti Bersama ASN 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved