Pakaian Bekas Tetap Laku di Padang

Sabtu, 07 Februari 2015 - 18:27 WIB
Pakaian Bekas Tetap...
Pakaian Bekas Tetap Laku di Padang
A A A
PADANG - “Bali la da, bali.. bali, 30 ribu piah ciek hargonyo,” (beli la bang, hanya Rp30 ribu harganya), itulah kalimat yang keluar dari mulut seorang pemuda yang menjual pakaian bekas di samping Balai Kota, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat.

Kendati Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktur Jendral Standarisasi dan Perlindungan Konsumen meminta masyarakat tidak membeli pakaian impor bekas, lantaran mengandung bakteri, ternyata tidak menyurutkan niat warga untuk membeli pakaian bekas. Seperti yang terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat.

“Saya sudah 20 tahun menjual pakaian bekas di sini, tapi tidak ada terjadi sesuatu pada kulit saya. Bahkan pakaian saya juga dari pakaian bekas,” kata Marni (44), pedagang pakaian bekas, di samping Balai Kota Padang, Sabtu (7/2/2015).

Marni membela diri, menurutnya ini hanya intrik saja agar tidak ada lagi yang jualan pakaian bekas. Padahal ini cukup membantu warga, apalagi kondisi saat ini ekonomi warga susah.

“Banyak bapak-bapak yang menganggur, dengan adanya pakaian bekas ini, ibu-ibu membeli pakaian bekas kemudian dia jual di tempat lain, itukan membantu ekonomi mereka,” ujarnya.

Dia meminta pemerintah untuk tidak memberhentikan impor pakaian bekas ini. Kalau pemerintah stop impor ini, tentu masyarakat sendiri yang susah.

“Biasanya saya drop barang ini dari Dumai, Riau dan Tanjung Balai. Barang ini bervariasi asalnya, ada yang dari Singapura, ada pula dari Malaysia,” tuturnya.

Biasanya, Marni membeli 10 bal (satu karung besar) untuk dijual ke warga. “Kalau buka karung, harganya Rp30 ribu, itu seluruhnya, tapi bisa mencapai Rp1000. Dengan adanya informasi ini tidak berdampak pada penjualan,” katanya.

Arni (47), seorang pembeli yang berasal dari Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengaminkan pernyataan Marni. Dia sudah lama membeli pakaian bekas ini, tapi tidak terjadi sesuatu pada dirinya.

“Tidak ada apa-apanya yang terjadi pada kulit saya. Saya tidak akan berhenti membelinya, setiap buka karung saya terus membelinya,” ujarnya.

Untuk di kawasan Pasar Raya Padang, sedikitnya ada sepuluh tempat yang membuka lapak. Selain itu, beberapa tempat lainnya yang menjual pakaian bekas di daerah sepanjang jalan By Pass Padang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Barat Rahmat Syahni mengaku, akan melakukan sidak terhadap toko-toko yang menjual pakaian bekas impor.

Akan tetapi, sampai saat ini Disperindag masih menunggu surat resmi dari Kementerian Perdagangan. ”Kita belum mendapat surat dari Kementrian Perdagangan, jadi belum bisa kita melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Buka Peluang Impor Barang...
Buka Peluang Impor Barang China Mulai dengan Rp5 Juta
5 Produk Unggulan yang...
5 Produk Unggulan yang Diimpor Indonesia dari Rusia
Ducking.id: Aplikasi...
Ducking.id: Aplikasi Super Praktis untuk Import Barang Langsung dari China ke Indonesia
Persoalan Cadangan Beras...
Persoalan Cadangan Beras Indonesia Selalu Berulang Setiap Tahun
3 Negara Pemasok Barang...
3 Negara Pemasok Barang Impor Terbesar ke Indonesia, China Juaranya
Bikin UMKM Merana, Pengusaha...
Bikin UMKM Merana, Pengusaha Minta Berantas Jastip Barang Impor
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
29 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
40 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved