Warga Keluhkan Tarif Retribusi Dermaga Penyeberangan

Sabtu, 07 Februari 2015 - 16:14 WIB
Warga Keluhkan Tarif...
Warga Keluhkan Tarif Retribusi Dermaga Penyeberangan
A A A
SAMBAS - Sejumlah masyarakat Kabupaten Sambas mengeluhkan tarif retribusi penyebrangan yang masih belum turun, setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebelumnya.

Kepala Desa Sui Nilam, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Khairudin mengatakan, penyebrangan Dermaga Tebas Kuala-Perigi Piai merupakan penyebrangan penghubung antara wilayah di Kabupaten Sambas.

"Saya heran terkait harga penyebrangan ini masih tidak turun. Padahal, kenaikan ini terjadi pascakenaikan harga BBM kemarin, tapi sekarang kan sudah turun, harga tiket penyebrangan masih tetap sama," katanya, Sabtu (7/2/2015).

Ditambahkan dia, sebelum kenaikan harga, tarif penyebrangan Rp6.500 per motor dengan jumlah penumpang dua orang. Namun sejak kenaikan BBM, harga yang dikenakan kepada penumpang sekitar Rp10.000-Rp15.000.

"Saya minta kepada Dinas Perhubungan agar ada ketegasan masalah tarif yang ditetapkan, karena hal ini sangat vital bagi roda perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Erwita (29) warga Kecamatan Tekarang mengaku, dirinya sangat keberatan dengan tarif yang dikenakan kepada penumpang saat ini. Terlebih, hal itu berdampak terhadap kenaikan semua pasokan barang yang dikirim ke Tekarang-Jawai.

"Sekarang kan harga minyak sudah turun, otomatis harga tiket penyebrangan harusnya ikut turun juga. Kalau tidak turun masih disamakan harga waktu kenaikan BBM, jadi harga-harga barang yang dipasok harganya masih mahal," terangnya.

Terpisah, Sekertaris Komisi A DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo mengatakan, hal ini terjadi lantaran sarana penyebrangan yakni KM Ferry masih belum bisa beroperasi, lantaran dermaga tersebut masih rusak.

Namun, pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk dapat mengawasi penerapan tarif sesuai trayek yang ada.

"Saya minta kepada masyarakat untuk bersabar terkait masalah sarana dan prasarana alat transportasi penyebrangan ini, karena masih dalam tahap pengajuan untuk perbaikan," tegasnya.

Lebih lanjut, dia meminta kepada Dinas Perhubungan untuk memonitor harga tiket yang dikenakan kepada penumpang, karena hal ini merupakan masalah terhadap perekonomian masyarakat, khususnya harga pasokan yang didistribusikan.
(san)
Berita Terkait
Selamat, Jakarta Terpilih...
Selamat, Jakarta Terpilih sebagai Kota Transportasi Terbaik di Dunia
Kepala UPAS Beberkan...
Kepala UPAS Beberkan Manfaat Menggunakan Transportasi Publik Semenjak Dini
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Kendaraan Tanpa Pengemudi...
Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan
Seaplane: Solusi Mengatasi...
Seaplane: Solusi Mengatasi Keterbatasan Transportasi Darat dan Laut di Indonesia
Pembangunan Perumahan...
Pembangunan Perumahan di RI Disebut Tak Sinkron dengan Layanan Transportasi
Berita Terkini
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
16 menit yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
29 menit yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
2 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
3 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
4 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved