Jelang Imlek, Perajin Kue Keranjang Banjir Pesanan

Jum'at, 06 Februari 2015 - 11:37 WIB
Jelang Imlek, Perajin...
Jelang Imlek, Perajin Kue Keranjang Banjir Pesanan
A A A
TEGAL - Kue keranjang tak bisa dilepaskan dari Tahun Baru Imlek. Perajin kue keranjang di Kota Tegal pun kebanjiran pesanan pembuatan kue khas Imlek itu dari berbagai daerah.

Salah satu perajin kue keranjang di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat Mindayani Wirjono, 75, mengatakan pesanan kue keranjang sudah mulai berdatangan sejak Ja - nuari. “Dua pekan sebelum Imlek mulai bertambah ramai,” ungkapnya kemarin. Mindayani sudah menggeluti bisnis rumahan pembuatan kue keranjang sejak 30 tahun yang lalu.

Tiap menjelang Imlek, rumahnya yang berada di Jalan Blimbing Nomor 84, Kelurahan Pekauman diwarnai kesibukan proses pembuatan kue itu. “Pembuatannya hanya saat mau Imlek saja. Setelah Imlek ya libur karena pesanan datang hanya sebelum Imlek,” ucapnya.

Untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan tiap hari, Mindayani tiap hari mempekerjakan 13-15 orang karyawan. Mereka berbagi tugas mulai dari membuat adonan kue dari tepung ketan dan gula pu tih, memasukan ke cetakan, hingga mengukus. “Dalam sehari pesanan pembuatan bisa 200-275 kilogram. Kalau sekali pembuatan lamanya 4-6 jam. Yang lama itu mengukusnya,” ucapnya.

Pesanan kue keranjang bermerek “Sido Makmur” itu tidak hanya datang dari Kota Tegal dan sekitarnya, tapi juga berbagai daerah lain seperti Cirebon, Solo, Semarang, hingga Bandung. Sekali pengiriman bisa mencapai 100 dus, dengan tiap satu dus berisi 10 kilogram kue keranjang. “Dari luar Jawa sampai Lampung pernah. Kalau yang mesan Tegal ada yang datang sendiri,” ujar Mindayani.

Ada lima rasa kue keranjang yang dibuat Mindayani, yakni rasa orisinal, stroberi, vanila, kakao, dan panda. “Harga yang rasa orisinal Rp16.000 per kilo, stroberi Rp17.000, kakao Rp20.000, pan dan Rp17.000. Yang paling banyak dicari yang orisinal,” ucapnya.

Selain variasi rasa, Mindayani memastikan kue ke ranjang yang dibuatnya mampu bertahan hingga satu tahun asalkan disimpan dengan baik. “Kalau tidak kemasukan air atau bungkusnya tidak rusak ya bisa tahan lama,” tandasnya.

Salah seorang pembeli, Sari, 39, mengaku sudah menjadi tra disi untuk menyediakan kue keranjang untuk menyambut Tahun Baru Imlek. “Sudah tradisi keluarga harus ada kue keranjang. Beli di sini juga karena sudah menjadi langganan tiap kali Imlek,” katanya.

Farid Firdaus
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
20 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved