Railbus Dikandangkan Lagi Tanpa Alasan Jelas
Kamis, 05 Februari 2015 - 11:33 WIB
Railbus Dikandangkan Lagi Tanpa Alasan Jelas
A
A
A
SOLO - Publik harus kembali memupus harapannya untuk bisa menggunakan jasa layanan Railbus Bathara Kresna rute Solo-Wonogiri.
Kementerian Perhubungan secara sepihak membatalkan rencana operasionalnya pada 6 Februari 2015. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo Yosca Herman Soedrajad menyebutkan, pemberitahuan pembatalan pengoperasian itu baru diterima awal pekan ini. Padahal berbagai persiapan seperti pengecekan jalur rel, kondisi sekitar lintasan, dan kelayakan infrastruktur sudah dipenuhi.
Selain itu, petugas yang akan mengatur lalu lintas saat kereta melintas di dalam kota juga sudah dipersiapkan. “Pemangkasan pohon disekitar rel sudah dilakukan, uji coba dan pembahasan tarif sudah dilakukan bersama PT KAI, tapi kenyataannya railbus gagal beroperasi,” ucapnya kemarin.
Pembatalan sepihak menjelang peluncuran ini, membuat segala persiapan tersebut menjadi terkesan sia-sia. Moda transportasi massal ini sebenarnya sudah ditunggutunggu oleh masyarakat. Apalagi sudah ditetapkan tarif tiketnya yang murah, yakni Rp4.000 untuk sekali jalan. “Kami itu jelas-jelas siap untuk mengoperasikan kereta itu, semua sudah kita persiapkan namun batal lagi,” ucapnya.
Dia mengaku mendapat undangan dari Kemenhub untuk melakukan pembahasan lebih lanjut terkait pembatalan tersebut. Namun sebagai ungkapan kekecewaan akibat gagal beroperasinya kereta komuter tersebut, dia enggan memenuhi undangan itu. Kekecewaan juga disampaikan kalangan wakil rakyat di DPRD Solo.
Umar Hasyim, Wakil Ketua DPRD Solo menilai, sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menjalankan kereta komuter tersebut.“ Mau menunggu apa lagi kok tidak segera di jalankan saat ini,” tegasnya.
Arief Setiadi
Kementerian Perhubungan secara sepihak membatalkan rencana operasionalnya pada 6 Februari 2015. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo Yosca Herman Soedrajad menyebutkan, pemberitahuan pembatalan pengoperasian itu baru diterima awal pekan ini. Padahal berbagai persiapan seperti pengecekan jalur rel, kondisi sekitar lintasan, dan kelayakan infrastruktur sudah dipenuhi.
Selain itu, petugas yang akan mengatur lalu lintas saat kereta melintas di dalam kota juga sudah dipersiapkan. “Pemangkasan pohon disekitar rel sudah dilakukan, uji coba dan pembahasan tarif sudah dilakukan bersama PT KAI, tapi kenyataannya railbus gagal beroperasi,” ucapnya kemarin.
Pembatalan sepihak menjelang peluncuran ini, membuat segala persiapan tersebut menjadi terkesan sia-sia. Moda transportasi massal ini sebenarnya sudah ditunggutunggu oleh masyarakat. Apalagi sudah ditetapkan tarif tiketnya yang murah, yakni Rp4.000 untuk sekali jalan. “Kami itu jelas-jelas siap untuk mengoperasikan kereta itu, semua sudah kita persiapkan namun batal lagi,” ucapnya.
Dia mengaku mendapat undangan dari Kemenhub untuk melakukan pembahasan lebih lanjut terkait pembatalan tersebut. Namun sebagai ungkapan kekecewaan akibat gagal beroperasinya kereta komuter tersebut, dia enggan memenuhi undangan itu. Kekecewaan juga disampaikan kalangan wakil rakyat di DPRD Solo.
Umar Hasyim, Wakil Ketua DPRD Solo menilai, sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menjalankan kereta komuter tersebut.“ Mau menunggu apa lagi kok tidak segera di jalankan saat ini,” tegasnya.
Arief Setiadi
(ftr)