Warga Diimbau Tak Konsumsi Apel Impor

Sabtu, 31 Januari 2015 - 11:35 WIB
Warga Diimbau Tak Konsumsi...
Warga Diimbau Tak Konsumsi Apel Impor
A A A
KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar masih adem ayem menanggapi kabar apel jenis Granny Smith dan Gala yang diduga terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.

Surat imbauan baru akan diedarkan agar masyarakat untuk sementara tidak mengonsumsi apel impor asal Amerika Serikat tersebut. Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan DinasKesehatan( Dinkes) Karanganyar Fatkhul Munir menjelaskan, sejauh ini belum ada instruksi dari Departemen Kesehatan (Depkes) maupun Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh terkait apel Granny Smith dan Gala yang diduga terkontaminasi bakteri.

Meski demikian, pihaknya tetapmelakukanantisipasi agar masyarakat tidak mengonsumsi buah apel jenis tersebut. Imbauan juga tengah disusun akan disampaikan kepada para pedagang agar tidak menjual dulu buah apel sebagaimana yang dimaksud. Dinkes juga akan mendata pedagang yang sampai kini masih menjual jenis Granny Smith dan Gala. “Jika masih ada pedagang yang menjual, kami akan mengambil sampel untuk diuji di laboratorium,” ujar Fatkhul Munir kemarin.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UMKM Karanganyar Liliyani Sulistyandari mengaku belum menentukan langkah-langkah terkait keberadaan apel asal Amerika Serikat yang diduga terkontaminasi bakteri itu. Sama seperti Dinkes, pihaknya juga belum mendapatkan instruksi dari pusat guna menangani persoalan itu.

“Kalau untuk importir apel di Karanganyar memang tidak ada. Yang ada di Solo, jadi instruksinya mungkin tidak sampai ke sini,” kata Lili, sapaan akrabnya. Pada bagian lain, kabar apel Granny Smith dan Gala yang diduga terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes berdampak terhadap penjualan apel impor lainnya.

Para pembeli mengira apel Washington juga ikut terkontaminasi. “Ada yang tidak tahu dikiranya apel Washington. Jadi, kami harus menjelaskannya kepada pembeli,” ungkap pemilik Toko Buah Pangestu yang enggan menyebutkan namanya.

Dia sementara akan menghentikan menjual apel impor mengingat pembeli sering kali merasa curiga. Dia akan menjual apel dari produk lokal saja. Dari segi rasa, apel lokal lebih manis dibanding apel impor. Rasa apel impor lebih asem. Harga apel lokal juga lebih murah berkisar Rp20.000-25.000/kg, sedangkan harga apel impor seperti Washington Rp35.000/kg.

Kelemahan apel lokal yakni lebih cepat membusuk. Berbeda dengan impor yang kondisinya hanya layu. Sejauh ini penjualan apel produk lokal sama sekali tidak terpengaruh terkait hal itu.

Ary wahyu wibowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
9 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
9 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
9 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
15 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
16 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved